batampos.co.id – Petugas Keselamatan Berlayar Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Marta Wilaya menjelaskan saat ini PCR, antigen atau GeNose masih digunakan untuk berangkat dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang ke daerah sekitar Kepri seperti Batam, Karimun, Lingga, Anambas dan Natuna.

”Minimal harus ada GeNose, kalau ada PCR atau antigen lebih bagus. Kalau tidak ada salah satunya maka penumpang tidak bisa berangkat,” kata Marta dijumpai di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Jumat (2/7).

Sedangkan untuk penumpang dari luar Provinsi Kepri, dijelaskan Marta sesuai edaran gubernur harus menggunakan PCR atau antigen. Kemudian untuk kapasitas penumpang dalam kapal hanya 60 persen.


”Misalkan kapasitas 158 maka kita isi 94 penumpang saja,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Marta kapasitas 60 persen itu sudah diterapkan sejak lama, bahkan sejak awal pandemi Covid-19 di Tanjungpinang, tapi sekarang dengan ada aturan baru dari gubernur maka pembatasan kapasitas kapal semakin kuat.

”Dalam kapal satu barisnya kita isi hanya 4 orang, dari jumlah biasanya 8 orang,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang calon penumpang, Zikra, 27, mengaku sudah mulai keberatan jika harus menyediakan surat GeNose setiap perjalanan ke Batam, sebab ia harus berangkat 2 sampai 3 kali dalam sepekan untuk urusan pekerjaan.

”Ya mulai keberangkatan, saya urusan pekerjaan jadi harus sering pergi ke Batam,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan akan memperketat pengawasan arus transportasi laut agar menaati protokol kesehatan (protkes).

Selain itu, pihaknya juga akan mengkaji kebijakan pelayanan di restoran dan rumah makan, yakni dengan sistem take way (bungkus). Menurutnya, salah satu klaster yang menyebabkan naiknya kasus Covid-19 saat ini berasal dari klaster angkutan kapal. Hal itu disebabkan semakin kendurnya penerapan protkes pada moda angkutan laut tersebut.

“Kita akan memperketat kapal-kapal angkutan itu supaya patuhi protkes. Maksimal setiap kapal hanya diperbolehkan membawa 60 persen penumpang,” ujar gubernur, Rabu (30/6) lalu di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Atas dasar itu, pihaknya meminta kerja sama antarpihak KSOP, Pelindo, serta pihak terkait. Selain di transportasi laut, pihak juga akan mengkaji pelayanan di rumah makan dan restoran. Karena kasus terus bertambah, sehingga ada pemikiran untuk turut memperketat protkes di sana.

Karena salah satu kunci untuk menekan penyebaran Covid-19 adalah disiplin terhadap protkes.(*/jpg)