batampos.co.id – Pemerintah terus memperkuat kolaborasi antar kementerian dan pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus jelang dan saat peringatan Hari Raya Idul Adha 1442 H. Adapun, peringatan tersebut kemungkinan jatuh pada 20 Juli 2021 atau masih dalam masa PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun mengatakan bahwa ada beberapa rekomendasi kepada masing-masing pihak untuk dapat melakukan langkah efektif di dalam upaya penegakan aturan di lapangan.

“Saya kira apa yang akan kita lakukan ini sangat penting agar target penyebaran Covid-19 bisa berkurang di bawah 10 ribu per hari seperti sebelumnya. Karena kita tahu, perhari ini saja angkanya melonjak sangat signifikan di atas 25 ribu dan angka kematian kita juga sudah di atas 50 ribu untuk Indonesia,” terang dia, Minggu (4/7).


Menurutnya, salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah penambahan jumlah tracer. Pasalnya, jumlah tracer dalam dua bulan ke belakang baru sebanyak 5 ribu untuk seluruh Indonesia, ini tentu saja tidak bisa mempercepat tracing kepada mereka yang terindikasi positif Covid-19.

“Kemenkes dan TNI/Polri sebenarnya sudah mengambil langkah, tapi itu kan surveillance. Kita peru tracer yang memang dari tenaga medis. Meskipun peran Babinkamtibmas dan Satpol PP juga harus karena kadang-kadang diperlukan tindakan koersif apalagi saat PPKM Darurat sekarang ini,” ucapnya.

Untuk penguatan PPKM Darurat, Kemenko PMK mengusulkan terkait penguatan Satgas Covid-19 hingga di tingkat desa dan kelurahan dan bahkan tingkat RT/RW. Sebab, dengan ini pergerakan manusia akan terbatas dan diyakini dapat mengurangi penularan Covid-19.

“Perlunya gerakan memakai masker dan sedekah masker untuk penguatan prokes dasar bagi masyarakat yang sudah mulai abai, pengawalan penjualan obat-obatan sesuai HET, percepatan vaksinasi, penanganan berita hoaks, serta penanganan public panic,” tegasnya. (*/jpg)