batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku, penyebaran Covid-19 di Batam jauh lebih berbahaya dari tahun lalu saat pertama kali dikonfirmasi di Batam. Jumlah pasien meninggal meningkat tajam, angka kasus aktif juga terus bertambah.

”Dulu, cuma satu kasus sudah ketakutan luar biasa. Sekarang malah banyak yang meninggal responsnya biasa saja. Padahal, Covid-19 hari ini (sekarang, red) lebih berbahaya,” tegasnya saat dijumpai di SMPN 3 Batam, Minggu (4/7).

Ia mengungkapkan, sudah 1 tahun 4 bulan Batam berjibaku dengan virus corona. Pasien pertama itu hanya satu orang, dan sekarang sudah mencapai angka dua ribu lebih, dengan total kematian mencapai 322 orang. ”Coba lihat di Seitemiang (tempat pemakaman umum Seitemiang, red), setiap hari ada yang dimakamkan dan jumlahnya lebih dari satu orang setiap harinya,” sebutnya.


Dari pemerintah, Rudi mengaku diberikan tugas untuk mengendalikan virus ini. Pemerintah wajib menjaga kesehatan warganya. Sampai saat ini belum bisa diperkirakan kapan kasus ini akan tuntas. Untuk itu, diperlukan bantuan seluruh masyarakat agar bisa mencegah penyebaran.

”Ikuti 5M dan vaksinasi. Selain itu, tolong patuhi protkes ketika berada di lingkungan keluarga, kantor, dan lainnya. Saya inginnya kasus ini berhenti, dan angka kesembuhan meningkat. Saat ini jumlah pasien dirawat 2.342 dengan total 14.424 kasus sejak pertama kali ditemukan 2020 lalu,” ungkapnya.

Disinggung mengenai tingginya angka kasus beberapa hari ini, Rudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan upaya seperti penindakan dan pemberlakuan PPKM skala mikro sesuai arahan pemerintah pusat. Saat ini tempat makan sudah take away semua, dan tidak ada makan di tempat. Pusat perbelanjaan juga diminta mematuhi aturan yang ada.(*/jpg)