batampos.co.id – Meski Batam tidak memberlakukan PPKM Mikro Darurat seperti di Jawa dan Bali, namun pintu masuk Batam diperketat. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, tak hanya keluar Batam, ketentuan wajib menunjukkan surat negatif Covid-19 (PCR/antigen) dan sertifikat sudah divaksin juga berlaku bagi masyarakat yang akan masuk ke Batam.

”Wajib lah. Karena kita ke luar Batam juga wajib melampirkan. Ini penting soalnya dalam memastikan mereka yang masuk ke Batam tidak terpapar Covid-19,” kata Amsakar, saat dijumpai di SMPN 30 Batam, Senin (5/7).

Amsakar menyebutkan, setiap hari yang masuk ke Batam mencapai ribuan orang dari berbagai daerah, termasuk zona merah. Makanya, perlu tindakan pencegahan. ”Yang bisa dilakukan saat ini peningkatan disiplin, penindakan dan mengimbau warga untuk mengurangi mobilitas,” terangnya.


Diketahui, sejak Senin (5/7) hingga 20 Juli, penerbangan menuju Pulau Jawa dan Bali yang kini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, wajib menunjukkan negatif Covid-19 melalui pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction). Selain itu, calon penumpang juga wajib menujukan kartu telah divaksinasi Covid-19.

Bagi calon penumpang yang tidak bisa menunjukkan kartu vaksinasi dan hasil pemeriksaan negatif PCR, maka tidak akan bisa terbang menuju Pulau Jawa dan Bali.

”Tadi (kemarin, red) kami sudah rapat dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kepolisian juga. Mulai besok (hari ini, red), aturan wajib menujukkan kartu vaksin berlaku ke semua orang (baik bayi, anak-anak, maupun orang dewasa). Jika tidak dapat menujukkan kartu vaksin, baik anak bayi sekalipun, tidak diperbolehkan menuju Jawa dan Bali,” tegas General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, Senin (5/7).(*/jpg)