batampos.co.id – SMAN 1 Batam tetap menjadi primadona serta pilihan utama bagi masyarakat Batam. Antusias calon siswa untuk masuk ke SMA N 1 Batam terbilang tinggi.

Tercatat, sepanjang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), 6.375 calon siswa memasukkan berkas pendaftaran.

”Sampai hari terakhir PPDB berkas pendaftaran yang masuk 6.375,” ujar Ketua PPDB SMAN 1 Batam, Hanafi.


SMAN 1 Batam hanya membuka atau menerima tujuh rombel, dengan masing-masing rombel berisikan maksimal 36 orang siswa. Dengan Total siswa yang diterima 252 siswa.

”Tahun ini kami buka tujuh rombel,” ujarnya.

Hanafi mengatakan, adapun jalur masuk siswa terdiri dari jalur zonasi sebesar 65 persen,
afirmasi atau siswa tidak mampu 15 persen, perpindahan orangtua 5 persen dan jalur siswa prestasi sebanyak 15 persen.

”Tidak ada perbedaan PPDB tahun ini dengan tahun sebelumnya. Hanya saja jalur zonasi tahun ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Dimana Tahun 2020 kemarin, jalur zonasi 50 persen sekarang jadi 65 persen,” tambah Hanafi.

Ia menyebutkan, siswa yang diterima di SMAN 1 diumumkan sesuai jalur penerimaan.  Para calon siswa dapat mengakses di website PPDB.

Apa yang menjadi keputusan panitia PPDB, kata dia merupakan hasil penerimaan sesuai jalur zonasi, jalur prestasi dan perpindahan sudah sesuai dengan SOP dan juknis pelaksanaan.

”Alhamdullillah tidak ada kendala, sampai hari ini berjalan lancar. Hanya saja banyak pendaftar yang mengeluh kenapa berkas yang ditolak,” ujar Hanafi, Senin (5/7/2021).

Hanafi membeberkan ada sebanyak 6.375 berkas pendaftar yang telah diterima pihaknya dari data operator PPDB.

Jumlah itu terdiri dari pendaftar jalur zonasi sebanyak sebanyak 5.045 orang. Sedangkan jalur prestasi ada sebanyak 745 orang dan jalur afirmasi sebanyak 212 orang.

Dari semua pendaftar, ini sebanyak 2.848 berkas yang ditolak pengajuan.

”Besok pendaftaran ulang akan kita mulai sampai tanggal 8 Juli mendatang,”kata Hanafi.

Banyak orangtua yang datang melayangkan protes ataupun aduan atas kegagalan anak
mereka masuk SMA Negeri 5 Batam.

Para orangtua ingin agar anak mereka kembali diterima di sekolah yang sudah mereka daftarkan sebelumnya itu.

”Tak sanggup pak sekolah di swasta, apalagi sedang ada wabah ini, berat rasanya. Kami masuk dalam zonasi sekolah ini juga, makanya kami datang ke sini (layangkan protes), agar ada solusi buat anak kami ini,” ujar Hasnah, orangtua siswa di SMAN 5
Batam.(jpg)