batampos.co.id – Setelah 25 tahun mengabdi di Kota Batam, jumlah pelanggan PT Adhya Tirta batam (ATB) naik lebih dari 10 kali lipat dari tahun pertama mengabdi di Batam pada 1996.

Diketahui pertumbuhan pelanggan PT ATB cukup signifikan. Pada saat baru mulai beroperasi, jumlah pelanggan hanya 20.349.

Namun di 2019, jumlah pelanggan yang teraliri air bersih ATB mencapai 289.815.

Tidak hanya itu cakupan pelayanan ATB juga naik sangat signifikan. Tahun 1996, cakupan pelayanan hanya 36 persen, pada 2019 cakupan pelayanan meningkat menjadi 99,7 persen.

Jumlah pelanggan memang dipengaruhi oleh jumlah penduduk di Kota Batam yang cukup tinggi. Jika pada 1996, penduduk Batam hanya 247.958 jiwa, kini sudah mencapai 1.376.009 jiwa.

Dengan pertumbuhan penduduk tersebut, PT ATB terus meningkatkan beragam infrastruktur dengan menambah jumlah investasi.

Awalnya PT ATB mengucurkan dana Rp26,482 miliar, setelah 25 tahun nilai investasinya mencapai Rp1,005,075 miliar.

Prestasi lainnya adalah dari segi tingkat kebocoran air. Diawal atau pada 1996 tingkat kebocoran berada diangka 46 persen.

Namun dengan beragam inovasi yang ditelurkan PT ATB membuat tingkat kebocoran menjadi lebih rendah. Yakni hanya 14 persen.

Dengan artian, semakin kecil tingkat kebocoran air suatu perusahaan air minum, berarti semakin efektif perusahaan air minum tersebut.

Tidak hanya itu kapasitas produksi juga mengalami peningkatan drastis. Dari 500 liter/detik pada tahun 1996 menjadi 3.610 liter/detik di 2019.

Sementara itu untuk rasio jumlah karyawan juga sangat efisien.

Pada 1996 lalu rasio karyawan ATB masih 7,47 per 1.000 pelanggan, kini sudah sangat efisie. Rasio karyawan 2019 mencapai 1,98 per 1.000 pelanggan.(*)