batampos.co.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi positif Covid-19
bertambah. Terakhir, ada delapan orang yang harus dievakuasi ke rumah sakit
khusus infeksi (RSKI), Senin (6/7/2021).

Sehari sebelumnya (Minggu, 5/7/2021) ada 17 orang yang sudah duluan dievakua-
si ke rumah sakit.

25 PMI yang terkonfirmasi masih positif tersebut gabungan PMI yang baru pulang dari Malaysia dan Singapura dalam sepekan terakhir.


Mereka telah melewati dua kali proses swab dan hasilnya positif. Sementara yang masih menjalani karantina di rusunawa BP dan Pemko Batam ada 128 orang lagi.

Mereka ini masih menunggu hasil swab dan jika hasilnya negatif maka diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing.

Begitu juga sebaliknya jika positif harus menjalani perawatan medis hingga pulih.

”Untuk yang 128 orang ini rata-rata menunggu swab kedua. Mereka di rusunawa BP dan Pemko Batam Tanjunguncang II (samping perumahan Putera Jaya). Untuk rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang I sudah kosong,” kata dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Seperti diketahui semenjak Covid-19 mewabah, Pemko dan gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Batam memanfaatkan tiga rusunawa di Tanjunguncang sebagai lokasi karantina PMI.

Tiga rusunawa tersebut adalah rusunawa BP Batam, rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang I dan rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang II.

Untuk rusunawa BP Batam, penghuni atau penyewa tetap dikosongkan sementara waktu sebab disediakan seutuhnya untuk PMI.

Sementara dua rusunawa lainnya masih ada penghuni tetap namun terpisah dengan rombongan PMI.(jpg)