batampos.co.id – Pada semester i tahun 2021 jumlah penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebanyak 1.202.532 orang.

General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan, untuk jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim sebanyak 555.166 orang.

Sementara penumpang yang datang tercatat sebanyak 557.167 orang serta 90.199 orang.

“Akumulasi penumpang di Bandara Hang Nadim sepanjang Januari sampai dengan Juni 2021 adalah 1,2 juta penumpang atau mengalami penurunan -9,96 persen,” ujarnya, Rabu (7/7/2021).

Ia mengatakan, jumlah penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam hingga semester I tahun 2021 masih belum mengalami peningkatan.

Hal ini lanjutnya dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih terjadi di wilayah Indonesia dan penjuru.

“Hingga semester I 2021, tercatat sebanyak 5.594 pesawat datang dan 5.592 pesawat yang berangkat, serta 352 penerbangan lokal,” ujarnya.

Ilustrasi. Calon penumpang salah satu maskapai penerbangan mengantre mendaftarkan diri untuk melakukan rapid test antigen di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Ia menjelaskan, total pesawat di sepanjang Semester I 2021 adalah 11.538 pesawat.

Jumlah ini mengalami penurunan sebesar -9,82 persen jika dibandingkan pada 2020, di mana total pesawat pada tahun 2020 adalah 12.794 pesawat.

Sementara itu, kegiatan bongkar muat bagasi mengalami peningkatan secara years on years (yoy). Tercatat sebanyak 3 juta kilogram bongkar dan 4 juta kilogram muat, dengan total akumulasi 7 juta kg pada tahun 2021.

Sedangkan pada tahun 2020, tercatat sebanyak 2,5 juta kg bongkar dan 3,7 juta kg muat, dengan total akumulasi 6,2 juta kg. Total peningkatan sebesar 13,61 persen.

Aktivitas kegiatan bongkar muat barang transit turut mengalami peningkatan. Sebanyak 7 juta kg bongkar, 7 juta kg muat, dan 8.689 kg barang transit.

Akumulasi kegiatan barang di Bandara Hang Nadim tercatat 15 juta kg dengan total peningkatan 9,73 persen.

“Melihat perkembangan penyebaran Covid-19 yang belakangan ini sangat pesat menimbulkan dampak yang sangat besar,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya, beberapa aturan dari pemerintah yang memberlakukan pembatasan dan pengetatan syarat perjalanan dengan transportasi udara, juga memberikan dampak yang sangat besar terhadap penurunan jumlah penumpang.

Sedangkan meningkatnya jumlah kargo, dikatakan Benny, disebabkan meningkatnya kebutuhan barang-barang e-commerce saat pandemi covid-19.

“Selain itu beberapa barang-barang untuk keperluan industri di Batam juga menjadi salah satu faktor, karena dibawa dengan menggunakan pesawat cargo wide body,” kata Benny.

Melihat tren positif pengiriman kargo ini, ia berharap, perkembangan pergerakan barang melalui transportasi udara dapat lebih baik ke depannya.(*/esa)