batampos.co.id – Indonesia saat ini sedang darurat Covid-19 dengan total kasus aktif lebih dari 300 ribu. Total kematian pada Rabu (7/7) mencapai 1.040 jiwa dalam sehari menyusul menyebarnya varian Delta yang kali pertama ditemukan di India. Di saat Indonesia krisis, justru sejumlah negara sedang mencoba berdamai dan hidup normal berdampingan dengan Covid-19.

Dirangkum Jawapos.com, ada beberapa negara yang mulai menghapus pembatasan Covid-19 dan berharap bisa berdampingan dengan pandemi. Berikut negara-negara yang dimaksud.

1. Singapura
Ketika negara-negara di sekitar kawasan Asia-Pasifik memperketat pembatasan untuk mengekang potensi wabah varian Covid-19 Delta, Singapura justru menetapkan visi baru agar kehidupan kembali normal.


Peta jalan yang diusulkan oleh tiga anggota gugus tugas Covid-19 Singapura, akan menghapus penguncian dan pelacakan kontak massal dan memungkinkan untuk kembali ke perjalanan bebas karantina. Bahkan Singapura akan berhenti menghitung kasus Covid-19 harian.

“Kabar buruknya adalah bahwa Covid-19 mungkin tidak akan pernah hilang. Kabar baiknya adalah mungkin hidup normal dengannya di tengah-tengah kita,” kata Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong, dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung kepada Straits Times minggu lalu.

“Kita dapat mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza, penyakit tangan, kaki dan mulut, atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita,” ujarnya.

2. Inggris
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa sebagian besar pembatasan terkait penyebaran Covid-19 akan berakhir pada 19 Juli. Hari itu dijuluki Hari Kebebasan sebagai bagian dari tahap keempat dan terakhir dari peta jalan keluar dari penguncian.

Pembatasan awalnya ditetapkan untuk dihapus pada 21 Juni tetapi keputusan itu ditunda empat minggu karena pemerintah berharap untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dalam menghadapi varian Delta yang lebih menular. Lebih dari 86 persen orang dewasa Inggris telah menerima setidaknya satu dosis vaksin dan 64 persen telah diimunisasi penuh, tetapi variannya masih menyebar. Keputusan akhir untuk mengakhiri pembatasan Covid-19 akan dibuat pada 12 Juli.

“Kita harus menemukan cara baru untuk hidup dengan virus,” kata Johnson. “Pandemi ini masih jauh dari selesai dan pasti tidak akan berakhir pada tanggal 19 Juli,” jelasnya.

3. Thailand
Pada akhir 2020, Thailand memperkenalkan karantina golf dan visa jangka panjang untuk memulai kembali pariwisata internasional, tetapi gelombang kedua dengan cepat menghentikan upaya itu. Namun, sekarang tidak bisa menunggu lagi. Mulai 1 Juli, destinasi wisata pantai Thailand di Phuket mulai menyambut wisatawan yang divaksinasi untuk liburan bebas karantina, bahkan saat negara itu terus berjuang melawan gelombang ketiga Covid-19.

“Saya tahu ada beberapa risiko, tetapi ini adalah arah yang benar untuk Thailand,” kata Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha. “Sehingga orang dapat kembali mencari nafkah,” ungkapnya.

Menurut Bank of Thailand, otoritas moneter negara itu, turis asing biasanya menyumbang 11 persen dari PDB. Industri secara keseluruhan memberikan kontribusi untuk 20 persen dari pekerjaan Thailand. Kunjungan wisatawan yang telah mencapai hampir 40 juta pada 2019, hanya mencapai 26.000 dari Januari-April tahun ini.

4. Italia
“Sudah waktunya bagi Anda untuk memesan liburan Anda di Italia,” kata Perdana Menteri Italia Mario Draghi kepada pengunjung internasional pada Mei.

Draghi berharap untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata yang menyumbang 13 persen dari PDB Italia. Pada 2020, ketika pandemi Covid-19 mengakhiri sebagian besar perjalanan internasional, pendapatan pariwisata negara itu turun sekitar USD 113 miliar, dan keadaan masih jauh dari normal.

“Orang Italia pergi ke pantai atau gunung selama musim panas, dan di daerah itu, keadaan menjadi sedikit lebih baik,” kata pemilik hotel di Roma dan presiden cabang lokal lobi hotel Federalberghi, Giuseppe Roscioli.

5. Australia
Ketika jutaan warga Australia mengalami penguncian ketat minggu ini, Scott Morrison mengumumkan bahwa pemerintah masih mengerjakan rencana untuk transisi ke masa depan pasca-vaksinasi. Setelah target vaksinasi tercapai, para menteri berharap untuk menjaga agar virus Korona tetap terkendali dengan pengujian dan pengawasan.

Australia sedang mempertimbangkan empat fase. Namun tidak seperti Singapura, banyak detail tentang apa yang akan berubah di tahap selanjutnya masih dalam pengerjaan. Fase satu akan mencakup uji coba karantina rumah untuk pelancong yang divaksinasi, sementara fase dua akan mengurangi pembatasan termasuk kontrol perbatasan untuk warga Australia yang divaksinasi dan menggunakan penguncian hanya sebagai upaya terakhir.

Fase itu akan tergantung pada persentase populasi yang divaksinasi yang belum ditentukan. Tidak seperti tingkat vaksinasi Singapura yang tinggi, baru 7,92 persen penduduk Australia yang divaksinasi lengkap. Fase ketiga, Covid-19 dianggap seperti halnya flu musiman, lebih mirip dengan pendekatan Singapura. Fase terakhir adalah kembalinya perjalanan seperti kehidupan sebelum pandemi.(jpg)