batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan, perkembangan kasus Covid-19 di Batam sudah masuk tahap darurat. Hal ini didasarkan penambahan kasus positif yang mencapai ratusan orang setiap harinya, dengan angka kematian cukup tinggi.

Pertumbuhan subur kasus Covid-19 ini mencapai puncaknya dengan penemuan kasus positif mendekati 400 kasus atau tepatnya 383 kasus dalam satu hari. Grafik pertumbuhan ini juga diikuti dengan angka kematian.

Bahkan, Rudi menyebutkan, berdasarkan hasil tes sampel swab: dari 100 sampel yang diuji, bisa dipastikan 64 di antaranya positif. ”Ini membuktikan wabah semakin mengkhawatirkan, dan Batam masuk tahap darurat,” ujar Rudi, usai mimpin rapat Forkopimda di Dataran Engku Putri, Rabu (7/7).


Berangkat dari fakta itu, Rudi menegaskan, mau tidak mau, pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro harus dilakukan. Apalagi pemerintah pusat juga sudah menginstruksikan untuk pengetatan PPKM mikro sejak 6 Juli 2021. Namun, Batam baru menetapkan turunan dari perintah pusat, kemarin (7/7) yang tertuang dalam SE Nomor 30 Tahun 2021. SE itu diteken Rudi, kemarin.

”Tim Terpadu akan kembali turun untuk memastikan tidak ada masyarakat yang melanggar aturan ini. Setelah pukul 20.00 WIB, tidak boleh ada kegiatan apapun lagi. Kalau melanggar akan ditindak keras dan tegas,” ujarnya.

Rudi mengatakan, pemerintah sudah tidak bisa memberikan kelonggaran atas pelanggaran penerapan PPKM mikro. Batam menjadi salah satu kota yang diminta untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 ini. ”Saat ini semua kecamatan berada zona merah. Jumlah kasus aktif saat ini 2.398 kasus, dengan total kematian mencapai 340 orang,” ungkapnya.

Untuk itu, perlu tindakan serius agar kasus ini bisa ditekan. Dipilihnya Batam sebagai salah satu kota dengan penerapan pengetatan PPKM mikro, dasarnya karena kasus penyebaran yang luar bisa tinggi dan cepat.

Rudi menambahkan, selama satu tahun empat bulan ini, semua pihak berupaya bagaimana menekan angka penyebaran Covid-19. Semua fasilitas publik ditutup, seperti seminar, rapat, dan kegiatan lainnya. Masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan (protkes) dan menghindari keramaian. Namun, kasus masih saja tetap tinggi.

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, juga membenarkan pertumbuhan kasus Covid-19 harian di Batam masuk level membahayakan. Ia mencontohkan, kasus per 7 Juli 2021 kemarin, angka positif kembali memuncak.(*/jpg)