batampos.co.id – Masakan terasa hambar jika kurang garam. Namun masakan terlalu banyak garam juga bisa membuat tekanan darah meningkat. Penyakit hipertensi menjadi ancaman bagi masyarakat terutama kini bergeser ke usia muda.

Dalam diskusi secara daring bersama PT Ajinomoto Indonesia (Microsite) diungkap fakta menarik tentang Umami dan Monosodium Glutamate (MSG), serta berbagai resep menu dengan strategi pengurangan garam namun tetap menjaga kelezatannya. Keluarga didorong lebih kreatif dalam memasak dan menerapkan gaya hidup sehat, terutama dalam situasi pandemi Covid-19.

“Masih ada beberapa orang yang memiliki stigma negatif terhadap MSG,” ungkap Brand Manager AJI-NO-MOTO – PT Ajinomoto Indonesia Putri Astriani baru-baru ini.


“Kuncinya harus kreatif dalam menyajikan resep menu pengurangan garam. Karena para ibu lebih concern untuk menerapkan pola hidup sehat terutama di masa pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Menurut Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor Prof Ahmad Sulaeman, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi asupan garam atau diet rendah garam.

“Kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam biasa,” jelasnya.

Menurutnya sudah banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan penggunaan MSG bermanfaat untuk membantu mengurangi asupan garam sekaligus menjaga kelezatan makanan. Hal ini juga terbukti dengan sertifikat halal dan izin BPOM bahwa penggunaan MSG sangat aman. “Asalkan sesuai dengan anjuran penggunaan,” ujarnya.

Prof Ahmad menilai di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini masyarakat Indonesia sangat khawatir dengan kelompok komorbid. Kondisi penyakit degeneratif, seperti hipertensi begitu rentan dan mempengaruhi proses pemulihan jika terkena tertular.

Menurut Prof Ahmad Sulaeman, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi, mulai dari jalankan gaya hidup sehat dengan berolahraga teratur, dan hindari kebiasaan merokok dan minuman alkohol, hingga yang cukup kompleks dengan menjalankan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Namun, kita juga bisa mengurangi asupan garam atau diet rendah garam, sebagai salah satu upaya yang esensial dan cukup mudah dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi.

“Untuk menyiasati pengurangan asupan garam atau diet rendah garam, kita dapat mengganti penggunaan sebagian garam dengan bumbu umami seperti MSG yang akan memberikan dampak positif lainnya,” katanya.

Jadi, jika tetap ingin makanan yang dikonsumsinya memiliki cita rasa yang tinggi, namun sekaligus ingin diet rendah garam juga, cara ini bisa dilakukan. Dan tetap selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebab kebutuhan setiap gizi seseorang berbeda.

“Faktanya, strategi ini juga dapat meningkatkan sistem imun kita dan melindungi masyarakat kelompok rentan terutama dengan hipertensi,” ungkap Prof. Ahmad.(jpg)