batampos.co.id – Pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau bergejala ringan dianjurkan untuk isolasi mandiri. Namun tak semua juga bisa langsung sehat atau sembuh dengan isoman.

Lalu bagaimana tipsnya agar kondisi pasien Covid-19 bisa cepat sembuh selama isoman?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Ari Fahrial Syam, meminta agar pasien Covid-19 saat isoman tidak stres sehingga tak memicu rasa mual atau asam lambung. Sebab pasien Covid-19 harus tetap mengonsumsi makanan bergizi.


“Ada sebagian dengan gejala mual dan tak nafsu makan. Maka sebaiknya hindari stres agar tak asam lambung. Cobalah konsultasi dengan dokter,” katanya dalam channel YouTube pribadinya dan sudah dikonfirmasi JawaPos.com (group batampos.co.id),baru-baru ini.

Ia menjelaskan saat isoman, pasien Covid-19 tetap harus berkonsultasi dan dipantau oleh dokter yang merawatnya. Sehingga semua kondisi bisa terkontrol dan tak terjadi perburukan.

“Kalau kebetulan tracing bisa konsultasi dengan puskesmas. Intinya harus ada kontak dengan tenaga medis. Bisa juga dengan telemedisin. Isoman musti dalam keadaan terpantau. Kalau butuh bantuan medis harus buru-buru ke RS,” tegasnya.

Untuk obat-obatan yang dikonsumsi akan diberikan sesuai anjuran dokter. Bisa berupa antivirus, antibiotik, dan bermacam-macam vitamin.

“Tergantung dokter apakah nanti akan dikasih antivirus Favipirafir atau bagaimana tergantung anjuran dokter. Kadang-kadang juga dokter kombinasikan hal itu dengan antibiotik yang fungsinya untuk antiradang yaitu azitromisin,” kata Ari.

Lalu beberapa orang diberi vitamin yaitu vitamin D dengan dosis 5 ribu. Vitamin C, E dan multivitamin lain.

“Tetap makan 3 kali sehari dan buah-buahan. Saya berharap pasien Covid-19 bisa lolos dari penyakit ini cukup dengan isoman,” tegasnya.(jpg)