batampos.co.id – Jumlah penumpang yang lalu lalang di Bandara Internasional Hang Nadim turun drastis.

Dari Januari hingga awal Juli, rata-rata penumpang yang berangkat di Hang Nadim, di kisaran 3.800-an orang.

Namun, sejak berlaku aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 5 Juli lalu, jumlahnya menurun.


”Tanggal 4 Juli masih kisaran 3 ribuan orang. Tapi di 5 dan 6 Juli turun menjadi 1.800-an orang,” kata General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, Rabu (7/7/2021).

Tidak hanya penumpang berangkat saja yang turun. Penumpang datang dari luar daerah juga, hanya 2 ribuan orang yang masuk ke Batam.

Melihat dari data penumpang, penurunan ini terjadi untuk penumpang yang datang atau berangkat ke Pulau Jawa.

Sementara, untuk penumpang yang datang atau berangkat ke Pulau Sumatra tidak mengalami penurunan yang signifikan.

Benny mengakui bahwa syarat menuju ke Pulau Jawa cukup memberatkan masyarakat, yakni menunjukan negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR.

Gabungan harga tiket dan PCR, tentu membuat surut niat masyarakat keluar Batam
menuju Pulau Jawa.

Selain itu, calon penumpnag juga menyertakan sertifikat vaksinasi. Sehingga, bagi yang
belum vaksin, tidak dapat terbang ke Pulau Jawa.

”Aturan ini berlaku untuk semua umur,” kata Benny.

Ia mengakui bahwa beberapa kali ada calon penumpang yang tidak mengetahui aturan baru tersebut. Sehingga tetap memaksakan diri untuk berangkat.

Tapi, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam tidak memperbolehkan berangkat apabila tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

”Kebanyakan itu bawa bayi, yah tidak bisa berangkat. Aturan ini untuk melindungi masyarakat, agar tidak terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Ia mendukung penerapan aturan itu. Hal ini agar dapat menurunkan angka kasus
Covid-19. Menurutnya, jika kasus Covid-19 turun, maka aktivitas dapat normal kembali.

Berdasarkan data Tim Arus Lalu Lintas Angkatan Udara (ALLAU) Hang Nadim, penumpang yang berangkat dari Januari ke Juni sebanyak 555.166, dan penumpang yang datang tercatat sebanyak 557.167 orang.

Lalu, penumpang yang transit melalui Hang Nadim tercatat 90.199 orang. Dibandingkan
tahun sebelumnya, jumlah ini mengalami penurunan 9,96 persen.

Penurunan tidak hanya terjadi untuk jumlah penumpang, tapi juga pesawat yang datang dan pergi. Di semester pertama 2021 pesawat tercatat sebanyak 5.594 dan 5.592 pesawat yang berangkat.

Lalu juga tercatat sebanyak 352 penerbangan lokal.

”Tahun 2020 itu di semester pertama ada 12.795 pesawat. Tapi di 2021 ini, semester
awal hanya ada 11.538 pesawat. Ada penurunan jumlah pesawat sebesar 9,82 persen,” ujarnya.

Walaupun pertumbuhan penumpang turun. Tapi, untuk barang mengalami peningkatan secara year on year.

Dari catatan tim ALLAU, 3 juta kg bongkar dan 4 juta kg muat, dengan total akumulasi 7 juta kg pada tahun 2021.

”Sedangkan pada tahun 2020, tercatat sebanyak 2,5 juta kg bongkar dan 3,7 juta kg muat, dengan total akumulasi 6,2 juta kg. Total peningkatan sebesar 13,61 persen,” ungkapnya.(jpg)