batampos.co.id – Saat ini, Pemko Batam menerapkan PPKM Mikro. Kebijakan tersebut berdampak kepada sektor ekonomi, seperti pusat perbelanjaan, restoran dan pasar tradisional. Dimana, dibatasinya jumlah pengunjung dan jam operasional pusat belanja/ mal, tentunya berdampak pada omzet yang semakin minim.

”Tentu sangat berimbas pada sektor ekonomi dan pengunjung, dengan kebijakan itu. Semua tenant rumah makan yang berada di DC Mall dianjurkan untuk melayani take away. Jumlah pengunjung sebelumnya kapasitasnya 50 persen, kini menjadi 25 persen.

Meski begitu kita tetap menjalankan kebijakan jam operasional dari pukul 10.00 sampai 17.00 WIB,” ujar Pihak Pengelola DC Mall Batam, Eddy, Rabu (7/7). Dari segi pengunjung, sebelum pemberlakuan jam operasional sudah mengalami penurunan.


Saat ini jam operasional dibatasi hingga pukul 17.00 WIB. Hal itu sangat berpengaruh kepada pengunjung yang ingin berbelanja di supermarket dan tenant lainnya. Kategori food and beverage diizinkan beroperasi, namun hanya dapat melayani pembelian yang dibawa pulang (take away) dan juga dengan sistem pesan antar.

”Harapannya, situasi ini tak berlangsung lama, dan Pemko Batam bisa menangani ini sebaik dan sebijak mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi GM Grand Batam Mall, Yanto, menuturkan bahwa untuk jumlah pengunjung memang mengalami penurunan yang cukup signifikan dari sebulan terakhir, begitu pula di akhir pekan. Hal itu dikarenakan adanya pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

”Tentu hal ini berpengaruh, seperti restoran tempat makan yang tertera di aturan Pemko Batam untuk take away,” tegas Yanto. (*/jpg)