batampos.co.id – Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, dirinya mendapatkan laporan dari sejumlah pengusaha sembako di Batam terkait adanya penegasan bahwa sembako di Batam dilarang dikirim ke Bintan dan Tanjungpinang.

Padahal menurut Rudy, sebagian sembako di Pulau Bintan ini disuplai lewat Batam.

“Apabila ini benar dilakukan, maka akan mengganggu stabilitas sembako dan harga-
harga sembako yang tersedia sekarang ini,” ujar Rudy Chua, Rabu (7/7/2021) di Tanjungpinang.


Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, kebutuhan sembako di Tanjungpinang dan Bintan sebagian disuplai langsung dari Jakarta.

Namun selama ini, sebagiannya lagi melalui Batam. Seharusnya pihak-pihak terkait melihat secara keseluruhan, bukan hanya tentang stabilitas di Batam saja, sehingga mengorbankan daerah-daerah sekitar yang turut bergantung di sana.

“Terkait laporan ini, saya juga sudah sampaikan langsung ke gubernur. Karena perlu ditelusuri kebijakan penghentian pengiriman sembako tersebut dari pihak mana,” jelas Rudy.

Pembina Ikatan Muda Tionghoa (ITM) Provinsi Kepri mengkhawatirkan, apabila kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka akan menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

Apalagi disituasi pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung sekarang ini. Seharunya semua pihak bahu-membahu menjaga situasi dan kondisi tetap aman, sehingga bisa saling menguatkan.

“Persoalan ini harus segera disikapi oleh pihak-pihak terkait. Dan harus dibicarakan antardaerah. Karena ini menyangkut kebutuhan banyak orang,” tegas Rudy Chua.

Meskipun demikian, Rudy mengharapkan masyarakat untuk tidak panik. Ia yakin terkait persoalan ini ada jalan keluarnya.

Bahkan ia juga yakin, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad akan merespon persoalan ini secepatnya. Baginya, persoalan ini bukan hanya untuk Tanjungpinang dan Bintan saja.

“Kita harus membahas secara keseluruhan di Provinsi Kepri. Sehingga antardaerah bisa saling membantu untuk menguatkan,” tutup Rudy Chua.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat memasukan sejumlah daerah di Provinsi Kepri dalam daftar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Daerah-daerah tersebut adalah Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Natuna.(jpg)