batampos.co.id – Angka positif Covid-19 harian di Batam masih tinggi dengan mayoritas pasien bergejala. Kondisi ini berbanding lurus dengan angka kematian. Setiap harinya, Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam melaporkan ada peningkatan angka kematian, sehingga masyarakat benar-benar diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan (protkes).

Tingginya angka kematian itu juga bisa dilihat dari banyaknya pasien Covid-19 di Batam yang dimakamkan di blok khusus pasien Covid-19. Salah satunya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang, Sekupang.

Jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan setiap harinya, lebih mengejutkan. Dalam sehari, petugas permakaman bisa memakamkan 12 hingga 40 jenazah pasien Covid-19.


Lokasi pemakaman Covid-19 untuk umat muslim contohnya. Satu blok yang isinya sekitar 60-an makam, terisi penuh hanya dalam waktu tiga hari. Ini artinya, sehari petugas pemakaman memakamkan rata-rata 20 jenazah.

”Iya, satu blok ini, baru tiga hari yang lalu buka dan sudah mau penuh hari ini. Pagi tadi yang sudah kami makamkan ada empat orang, empat lainnya sore nanti. Belum lagi malam nanti. Malam biasanya tiba-tiba datang begitu saja, bisa tiga sampai empat ambulans,” ujar Suherwansyah, petugas penggali kubur di permakaman Covid-19 untuk umat muslim, Kamis (8/7).

Kepada Harian Batam Pos, Suherwansyah dan kawan-kawannya mengungkapkan bahwa jumlah jenazah pasien Covid-19 benar-benar meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Khusus untuk permakaman muslim, sehari rata-rata di atas sepuluh jenazah.
”Paling sedikit 12 jenazah. Kalau banyak bisa sampai 20-an jenazah,” ungkapnya.

Ini baru di permakaman muslim, belum lagi permakaman umat nasrani dan masyarakat Tionghoa di blok lain. Jika ditotal, jumlahnya bisa mencapai 30 hingga 40 orang jenazah dalam sehari.

”Rata-rata sama semua. Kayak ginilah kondisinya. Kadang kewalahan kami dengan banyaknya jenazah pasien Covid-19 yang harus dimakamkan,” ujar Suherwansyah.

Sekretaris Yayasan Khairul Umma, Zailani, selaku pengelolah permakaman umat muslim di TPU Seitemiang, mengatakan, pihaknya harus menambah jumlah penggali kubur demi kelancaran pemakaman pasien Covid-19 ini.

”Kemarin (Rabu, 7/7, red) kami tambah 10 orang petugas penggali makam. Total sudah 16 orang. Kewalahan memang karena pemakaman umum juga harus dilayani. Untuk pemakaman Covid-19 kita standby satu petugas. Kalau pemakaman umum sepi, enam petugas tadi juga membantu ke pemakaman Covid-19,” kata Zailani.

Mengantisipasi antrean pemakaman jenazah Covid-19 yang terlalu lama, pihaknya setiap hari membuat puluhan lubang jenazah, meski belum ada jenazah yang datang. Tujuannya, mempercepat pemakaman, sehingga saat jenazah pasien Covid-19 datang, bisa langsung dimakamkan dengan cepat.

Sementara itu, sepanjang Kamis (8/7), lagi-lagi terjadi penambahan pasien positif Covid-19 meninggal. Jika sehari sebelumnya ada tujuh orang, kemarin bertambah lima orang.

Dengan penambahan ini, maka jumlah warga Batam secara keseluruhan yang meninggal dunia akibat Covid-19 sudah mencapai 345 orang.(*/jpg)