batampos.co.id – Pemko Batam akhirnya tetap memperbolehkan pelaksanaan salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban. Dengan catatan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, mempertimbangkan banyaknya usulan tokoh agama dan pengurus masjid, pihaknya akan memberikan izin tapi dengan sejumlah syarat harus dipenuhi.

“Terutama terkait dengan pemotongan hewan kurban,” kata Rudi.


Syarat pertama, jumlah panitia dibatasi. Kemudian, seluruh panitia yang terlibat harus melakukan vaksinasi. Selanjutnya, seluruh petugas atau panitia nantinya wajib tes antigen dengan hasil negatif. Dimana biayanya dibebankan kepada panitia masing-masing masjid.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar mengaku, telah menyosialisasikan syarat bagi panitia pemotongan hewan kurban ini.

”Sudah kami sosialisasikan. Artinya wajib bagi seluruh panitia,” ujarnya, Kamis (8/7).

Menurutnya, saat ini pihak Kemenag sudah menyiapkan daftar ceklis panitia kurban. Dimana bagi mereka yang sudah melengkapi syarat berupa sertifikat vaksin dan tes antigen dengan hasil negatif akan diberikan semacam kartu panitia hewan kurban.

”Jadi, nantinya panitia kurban benar-benar sudah melengkapi syarat ini,” bebernya.

Disinggung apakah terkejar semua panitia kurban untuk divaksin, mengingat proses vaksinasi saat ini disetop sementara lantaran kehabisan vaksin, Zulkarnain menjawab, masih cukup waktu. Mengingat panitia hewan kurban di Batam sekitar 1.000 orang.

”Ini yang kami prioritaskan, ketika vaksin datang, kami arahkan panitia ke puskesmas terdekat untuk vaksin. Insya Allah terkejar, sebab jumlahnya juga tak banyak. Diharapkan dengan dua syarat ini menjadi ke tangan kita semua,” kata Zulkarnain.(*/jpg)