batampos.co.id – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Kepatuhan Terhadap Perwako mengancam akan mengangkut paksa kursi milik pengusaha yang melanggar surat edaran (SE) nomor 30
tahun 2021 terkait PPKM mikro di Kota Batam.

”Masih ada yang melanggar, padahal sudah ada edaran
untuk kapasitas tempat makan. Sudah jelas 25 persen dari kapasitas dan jaraknya harus diatur. Kalau melanggar ya kami angkut paksa,” kata Kepala Satuan Pol PP Batam, Salim, Jumat (9/7/2021).

Pelanggaran yang ditemukan di antaranya tidak menggunakan masker, tidak mengatur tempat makan atau mengatur jarak aman untuk pelanggan.


Hal ini dikhawatirkan bisa menimbulkan keramaian.
Peningkatan disiplin ini diharapkan bisa menekan penyebaran kasus yang tengah meningkat.

”Kali ini kami harus tegas, tidak ada main-main lagi. Kami juga menyosialisasikan aturan terbaru ini agar bisa dipahami dan dipatuhi. Karena masih beruntung tempat makan tidak ditutup. Kalau nanti ditemukan kembali pelanggaran akan kami tutup biar jera,” tegasnya.

Penindakan ini akan terus berlanjut di tempat-tempat
keramaian lainnya. Pengelola tempat makan diminta
untuk mematuhi aturan yang sudah ada. Dalam penindakan kali ini sedikitnya 85 persen petugas terdiri dari anggota TNI/Polri, Satpol PP, dan tim pendukung lainnya.

Lokasi Kecamatan Batam Kota yakni Pasar Mitra 2, Morning Bakery, Pasar Mitra Raya, Pasar Legenda Malaka, Sunbread KDA, Pasar Botania 1 dan Pasar Botania 2.

Lokasi Kecamatan Bengkong, yakni; Pasar Pasir Putih, Pasar Cahaya Garden, Pasar Bengkong Center, dan Sunbread Bengkong. Terakhir di Kecamatan Lubuk Baja. Yakni Morning Bakery Winsor, Pasar Penuin, Pasar Puja Bahari dan Pasar TOS 3000.

Penegakan ini dilakukan untuk menekan penyebaran
Covid-19 di Kota Batam. Sekaligus mengawasi PPKM mikro yang sudah diberlakukan sejak 7-20 Juli 2021 mendatang.

Sesuai edaran tim diminta untuk meningkatkan kesiap-
siagaan dan keterlibatan aktif dalam mencegah dan mengatasi aktivitas publik yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat, berkumpul atau kerumunan di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan (pusat perbelanjaan dan restoran).

”Kami masih akan turun terus untuk menertibkan pelanggar ini,” imbuhnya.(jpg)