batampos.co.id – Tempat Permakaman Umum (TPU)
Sambau, Nongsa, mulai terbatas. Hal itu menyusul peningkatan jumlah jenazah yang dikuburkan di lokasi itu.

Terlebih lagi adanya peningkatan jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pengelola TPU Sambau, Usman, mengatakan, terjadi peningkatan jumlah jenazah yang dikubur.

”Setiap hari di sini sampai tujuh orang yang dikubur. Sudah parah ini,” ujarnya, Jumat (9/7/2021).


Kondisi saat ini, lanjut Usman, berbeda dari beberapa hari sebelumnya. Dimana, mayat yang dimakamkan hanya berkisar satu hingga dua orang.

”Peningkatan jumlah mayat sejak bulan Juni pak. Puncaknya dalam sepekan terakhir,” ungkap Usman.

Hal itu pula yang menyebabkan luas area lahan TPU
semakin terbatas. Hal ini tidak terlepas dari luas TPU Sambau yang hanya sekitar 4 hektare.

“Luasnya tak sebanding dengan jumlah mayat yang me-
ningkat. Ini TPU Sambau jugastatusnya masih taman bukan tempat. Kan lahannya masih punya BP (Badan Pengusahaan) Batam,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, jika satu tahun ke depan tidak ada perluasan lahan, maka TPU Sambau diperkirakan akan penuh.

Dari sejumlah jenazah yang dimakamkan setiap harinya,
Usman menyebutkan didominasi para lansia. Tak hanya permasalahan luas area lahan, selaku pengelola TPU, Usman juga mulai mengeluhkan terbatasnya petugas
yang menggali kubur. Saat ini hanya ada enam orang petugas gali kubur.

”Kalau lihat jumlah mayat kadang tak sebanding. Bahkan tadi malam kami diminta
bantu untuk ke TPU Sei Temiang.”

Aktivitas pemakaman di TPU Sambau mulai meningkat
sejak Juni. Sebelumnya di TPU Sambau ini, dalam seminggu hanya hitungan jari yang dimakamkan di area ini.

Tapi sejak Juni, hampir setiap hari ada saja permintaan untuk pemakaman.

”Usai lebaran lah, banyak yang meninggal,” kata Usman, (9/7/2021).

Usman mengatakan, TPU Sambau tidak menerima pasien Covid-19. Sehingga yang dimakamkan di sini, meninggal akibat penyakit lainnya atau sudah uzur.

”Tapi, yah kami gak tau juga apa memang sakit biasa atau Covid-19. Karena, biasa keluarga bilang ke kami, meninggal akibat hal lumrah, bukan Covid.”

Ia mengatakan bahwa yang meninggal akhir-akhir ini kebanyakan masyarakat yang sudah berusia lanjut. Jika dikalkulasikan sejak Juni, jumlahnya cukup banyak.

”Saat ini jumlah lahan yang tersisa, hanya untuk 2 tahun
saja,” ucapnya.

Namun, melihat peningkatan jumlah masyarakat yang
meninggal, Usman menduga kurang dari 2 tahun kemungkinan sudah penuh.

”Lahan di sini kan sedikit, dan dikelola secara swadaya saja sama masyarakat sekitar sini,” tuturnya.

Usman mengatakan, TPU Sambau memiliki enam peng-
gali makam. Keenamnya memang khusus menggali
makam di kawasan ini, tapi apabila ada orang yang tidak mampu. Maka pemakamannya dilakukan secara gotong royong.

”Penggali kami sempat diminta bantu ke Temiang, semalam (8/7). Tapi mereka udah kelelahan,
karena di sini lagi banyak-banyak juga,” ucapnya.(jpg)