batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam memastikan stok kebutuhan dan pasokan komoditas jelang hari raya Iduladha tidak terpengaruh dengan pemberlakuan PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jefridin mengatakan, setelah menggelar rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) stok masih aman, bahkan melebih kebutuhan pasar, termasuk untuk menghadapi lonjakan permintaan pasar jelang Iduladha.

Berdasarkan laporan dari distributor stok komoditas kebutuhan pokok sudah tiba di Batam sebelum pemberlakuan PPKM darurat di Jawa dan Bali. Awalnya, Batam cukup khawatir akan pasokan, sebab hampir semua komoditas berasal dari daerah lain.


“Alhamdulillah, aman semua. Kami bisa tenang karena tidak ada kendala soal stok kebutuhan dan pasokan dari daerah yang masuk PPKM darurat,” ujarnya.

Beberapa kekhawatiran saat ini adalah harga sejumlah komoditas yang naik seperti daging ayam, dan beberapa lainnya. Kendati demikian kenaikan tersebut masih termasuk normal. Komoditas lain yang diperkirakan banyak diminta pasar adalah daging sapi beku.

“Daging kemarin sudah dicek dan stok berlimpah. Jadi, bisa dipastikan untuk bulan ini aman dan tidak ada kelangkaan, sehingga tidak berdampak terhadap kenaikan harga,” sebutnya.

Mengenai biaya ekspedisi Rp 1 juta per kontainer, Jefridin mengungkapkan, belum sampai pada hal itu. Kenaikan ongkos ekspedisi dipastikan akan berdampak terhadap kenaikan harga di pasar. “Ke depan akan kami bahas lagi. Kalau ada penyesuaian harga pasti nanti akan dibahas bersama terkait biaya ekspedisi ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam, Mardani, mengatakan, stok cukup hingga bulan depan. Bahkan kondisi saat ini deflasi, stok komoditas berlebih, sedangkan permintaan masih normal.

Untuk cabai, bawang, telur, dan komoditas lainnya berdasarkan informasi dari distributor cukup memenuhi permintaan, termasuk antisipasi tingginya permintaan pasar jelang Iduladha 20 Juli mendatang.

“Alhamdulillah aman, kita juga turut terbantu dengan hasil petani lokal, meskipun tidak banyak, namun jika ada kelangkaan saya rasa masih bisa terbantu dengan hasil petani lokal tersebut,” ujarnya.

Mardanis mengungkapkan, ada kenaikan harga sebanyak 10 persen menjelang hari raya. Kendati masih bisa diatasi dengan stok yang ada.

Terkait pasokan stok dari Pulau Jawa dan Bali yang saat ini tengah menerapkan PPKM Darurat, Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam ini mengungkapkan, komoditas termasuk barang dalam kategori mendesak, sehingga tidak ada alasan untuk menahan pasokan ke daerah seperti Batam.

“Ini tingkat urgensinya sangat dibutuhkan. Jadi tidak ada masalah dari sana. Namun, kami tetap memantau pasokan dan berkomunikasi dengan distributor, jangan sampai ada kelangkaan sembako karena pemberlakuan aturan tersebut,” tambahnya. (*/jpg)