batampos.co.id – Saham perusahaan pelat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melejit hari ini di tengah rencana pelaksanaan vaksinasi berbayar yang akhirnya ditunda karena banyaknya kritikan dari masyarakat. Saham KAEF pagi ini naik 8,57 persen atau 270 poin ke haga Rp 3.420 per lembar saham.

Para perdagangan hari ini saham KAEF dibuka di harga Rp 3.230 per saham dan sempat mencapai harga tertinggi di level Rp 3.670 per lembar saham.

Sebelumnya, Kimia Farma telah mengeluarkan keterangan resmi bahwa mereka menunda pelaksanaan vaksin berbayar hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil karena massifnya reaksi masyarakat akan keputusan vaksin berbayar tersebut.


“Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya,” kata Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno dalam keterangannya, Senin (12/7).

Menurutnya, keputusan tersebut karena banyaknya polemik yang terjadi di masyarakat membuat pihaknya memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta.

“Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat Manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta,” tuturnya.

Pihaknya mengapresiasi masyarakat yang mendukung tercapainya kekebalan komunal (herd immunity) melalui vaksinasi Covid-19 untuk mengakhiri pandemi.

“Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal (herd immunity) yang lebih cepat di Indonesia,” pungkasnya.(jpg)