batampos.co.id  – Petugas pemakaman mengeluhkan minimnya alat pelindung diri (APD) saat memakamkan jenazah Covid-19.

Seperti, petugas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang,
Sekupang. Mereka mencuci ulang APD yang dikenakan.

Itu karena, minimnya jumlah APD serta berkurangnya sokongan dari pemerintah ataupun pihak lain.


”Kadang sampai robek dulu baru ganti. Ya gimana lagi beginilah kondisinya,” ujar Felix, petugas pemakaman di TPU umat Kristiani, di Seitemiang, Minggu (11/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Seitemiang, Sekupang. Para penggali makam di tempat tersebut mengeluhkan minimnya APD. Foto: Agus untuK Batam Pos

Menurutnya, jika menggunakan sistem APD sekali pakai, pengelola tak sanggup menyediakan untuk pekerja. Pasalnya, dalam satu yayasan saja bisa lebih dari sepuluh pekerja.

”Setiap hari jumlah jenazah yang mau dimakamkan di atas
sepuluh jenazah. Kalau satu jenazah ganti APD, berat memang,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan APD, mereka tetap dituntut bekerja ekstra. Hal ini memantik kekhawatiran petugas bakal tertular karena bersentuhan langsung dengan jenazah korban Covid-19.

”Kami berharap ada kebijakan ataupun dukungan dari pemerintah, terutama untuk APD untuk pemakaman jenazah Covid-19,” tutupnya.(jpg)