batampos.co.id – Ada ketidaksinkronan data yang dihimpun Pemerintah Provinsi Kepri maupun Kota Batam soal penanganan Covid-19. Dari data yang disajikan per 10 Juli contohnya, terlihat ada beberapa rumah sakit masih memiliki kapasitas merawat pasien Covid-19.

Namun, saat data ini ditelusuri oleh salah seorang keluarga pasien Covid-19, hampir semua rumah sakit yang katanya masih menyisakan kapasitas tempat perawatan (bed), ternyata rata-rata menyatakan sudah penuh.

”Paman saya ini tinggal di kawasan Batam Kota, kami berusaha fokus cari sekitaran sini, tapi tak menemukan rumah sakit yang masih kosong,” kata Putra Gema, kepada Batam Pos, kemarin.


Ia menerangkan, awal mula kejadian, ia harus berkeliling mencari rumah sakit untuk perawatan pamannya. Pada Sabtu (10/7) pukul 18.00 pamannya menerima hasil pemeriksaan PCR yang hasilnya positif. Lalu, sang paman disarankan menjalani isolasi mandiri.

”Paman saya ini kan orang kapal, jadi ya ikutlah. Dia pun mau menjalani isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Tapi, sekitar pukul 19.00, kata Putra, dada sang paman sesak dan sulit bernapas. Keluarga pun khawatir akan keselamatannya. ”Akhirnya, perusahaan tempat paman kerja mengurus dan mencarikan tempat perawatan.”

Putra mengaku ikut menemani perwakilan perusahaan tempat pamannya bekerja mendatangi satu per satu rumah sakit di Batam Center. Tapi, hasilnya nihil. Tidak ada satupun rumah sakit yang kosong.

”Bahkan hanya untuk memberikan pertolongan sementara saja tidak ada. Katanya semua bed penuh,” tuturnya.

Putra mengaku cukup lama mencari rumah sakit. Akhirnya, sekitar pukul 01.00 (11/7) WIB, pamannya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit BP Batam. ”Masuk UGD, lalu ditangani para dokter. Cukup lama mendapatkan perawatan di ICU, hingga pas subuh baru dapat bed, setelah ada pasien lain keluar dari ICU,” terangnya.

Terkait data BOR rumah sakit yang disebarkan pemerintah, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M Bisri, mengaku bahwa ada kemungkinan terjadi kesalahan. Selain itu, kata Bisri, data-data ini direkap siang hari.

”Saat sore hingga malam, tentu ada pertambahan orang yang masuk ke rumah sakit,” ungkapnya.

Dinkes Kepri, lanjutnya, datanya didapatkan dari pemerintah kota dan kabupaten. Data-data yang dikirimkan inilah yang diolah olah pemerintah provinsi. Bisri mengatakan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan sistem, sehingga pelayanan terhadap pasien Covid-19 yang mengalami pemburukan mendapatkan pelayanan sesegera mungkin. (*/jpg)