batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri mencatat masih ada 2.807 calon siswa baru yang belum bisa diakomodir lewat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri di Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhammad Dali, mengatakan, tawaran konkret untuk mengurangi penumpukan di sejumlah sekolah di Batam adalah dengan menambah rombongan belajar (rombel) dan Unit Sekolah Baru (USB).

“Setelah pendaftaran ulang masih ada 2.807 orang pendaftar yang belum bisa diakomodir. Jumlah tersebut terdiri dari 1.600 pendaftar di SMK negeri dan 1.207 pendaftar di SMA negeri yang terjadi di Kota Batam,” ujar Muhammad Dali, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Menurut Dali, penumpukan pendaftar terjadi di empat sekolah di Kota Batam. Pertama, adalah SMAN 1, SMAN 3, SMAN 8, SMAN 5, dan SMKN 1 Batam.

Dijelaskan Dali, banyak pendaftar yang ditolak sistem di keempat sekolah tersebut, karena masih adanya paradigma para orangtua atau calon siswa bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah unggulan atau favorit.

Ilustrasi. Para wali murid menunggu di depan pintu masuk SMA Negeri 3 Kota Batam. Mereka menunggu kedatangan panitia PPDB SMA Negeri 3 untuk mencari solusi bagi anak-anaknya beberapa waktu lalu. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Kami sudah berulang kami mendengungkan bahwa sekarang ini tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit atau unggulan. Maka untuk mematahkan pandangan tersebut adalah melalui sistem zonasi. Sehingga, semua sekolah secara bertahap akan memiliki keunggulan yang setara,” jelas Dali.

Mantan Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, untuk pendaftar yang belum bisa diakomodir di SMAN 1 Batam bisa bergeser ke sekolah terdekat yang berada di dalam zonasi yang sama.

Kemudian, untuk SMAN 3 bisa membantu memenuhi Rencana Daya Tampung (RDT) yang ada di SMAN 26 yang masih kekurangan sekitar dua rombel. Selanjutnya, untuk SMAN 8 bisa memenuhi RDT di SMAN 25 Batam.

Karena dari kapasitas 164 orang masih kekurangan 120 orang. Begitu juga untuk SMKN 1, pendaftar yang belum diterima bisa mendaftar ke SMAN 3, SMKN 8, dan SMKN 9 yang merupakan USB.

Disinggung mengenai solusi untuk menyelesaikan persoalan ini, Dali mengharapkan kerja sama semua pihak, termasuk orangtua dan calon siswa.

Karena dari 2. 807 orang yang belum diterima di Batam sebenarnya sudah diterima di pilihan alternatif yang berada dalam satu zonasi.

“Kami memang akan memberikan solusi, tetapi mohon maaf tentunya tidak bisa mengakomodir semuanya. Pasti akan ada klasifikasi tertentu. Misalnya zonasi terdekat, kurang mampu atau dari akademisinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk masalah ini, pihaknya sudah mendapatkan mandat dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, untuk menyelesaikannya. Kebijakan yang sangat memungkinkan adalah dengan penambahan rombel dan USB.

Saat ini, pihaknya sedang menunggu usulan dari sekolah-sekolah yang terjadi penumpukan pendaftar di Batam.

Selain itu, ada inisasi untuk membentuk satu USB SMAN 30 di Marcelia dan satu USB SMAN 31 Sekupang, SMAN 29 di Sagulung, Batam.

“Kami juga berharap bagi yang berkemampuan bisa mengisi sekolah-sekolah swasta yang ada di Batam. Karena dengan penambahan rombel maupun USB juga tidak mungkin mengakomodir semuanya,” tutup Dali.(jpg)