batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho, mengatakan, masih tingginya mobilitas masyarakat karena mereka bekerja di sektor esensial. Selain itu, dalam PPKM darurat tidak ada bantuan dari pemerintah, sehingga masyarakat tetap ke luar rumah.

”Apa yang bisa dibantu untuk masyarakat? Itu kan tak ada disosialisasikan. Hanya PPKM saja yang disosialisasikan,” kata Tumbur.

Menurutnya, jika aturan PPKM darurat dijalankan, maka pemerintah harus memikirkan konsekuensi dari aturan tersebut. Salah satunya memberikan sembako kepada masyarakat.


”Masyarakat bertanya kami, mau makan apa? Ini kan tidak ada jawaban dari pemerintah. Cuma pemberitahuan kegiatan. Perut orang kan tak bisa berhenti,” tegasnya.

Tumbur yang juga Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam mengatakan, anggaran untuk pembagian sembako itu masih ada. Yakni, anggaran yang telah disiapkan untuk pembagian sembako tahun 2020, namun tidak jadi dilaksanakan.

”Ada bansos ketiga yang tidak jadi. Harusnya itu yang diarahkan. Jadi, masyarakat tidak terlalu panik,” terangnya. (*/jpg)