batampos.co.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Batam sudah dimulai sejak Senin(12/7) kemarin. Namun, mobilitas masyarakat masih tinggi akibat masih banyaknya yang belum paham makna sektor esensial dan non-esensial.

Tak hanya itu, tantangan terbesar dari PPKM darurat di Batam ini adalah, status Batam sebagai kota industri, jasa, alih kapal, dan perdagangan yang masuk dalam kategori sektor esensial. Bahkan, dari 1,196 juta jiwa penduduk Batam hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam 2020, sebanyak 70,31 persen usia produktif dan mayoritas bekerja di sektor esensial.

Dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 20 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Wali Kota Batam Nomor 32 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Darurat, karyawan yang bekerja di sektor esensial tidak dilarang lewat. Apalagi bisa menunjukkan identitas tempat bekerja (ID card) dan kartu sudah divaksin atau bisa menjelaskan belum divaksin.


Pantauan Harian Batam Pos di lokasi penyekatan Simpang Tiban Center, Sekupang, masyarakat masih bisa lewat dengan menunjukkan sertifikat vaksin, KTP, maupun kartu identitas lainnya. Petugas juga menanyakan kepentingan pengendara tersebut keluar dari rumah. ”Boleh minta kartu vaksinnya?” tanya petugas pos penyekatan Tiban Center, Ruslan.

Setelah mengecek sertifikat vaksin, petugas kemudian mencocokkan dengan identitas. Setelah dirasa cocok, kemudian pemotor tersebut diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Begitu juga di di bundaran BP Batam. Arus lalu lintas dari Hotel Harmoni Batam Center sedikit tersendat akibat adanya pemeriksaan oleh petugas. ”Mau kemana pak?” tanya salah satu petugas kepolisian sambil meminta pengendara menunjukkan sertifikat vaksin.

Sementara itu, penyekatan yang dilakukan tim PPKM di simpang lampu merah Seiharapan, masih banyak warga yang lalu lalang meskipun pemerintah dengan tegas meminta segala kegiatan dibatasi selama PPKM darurat ini. ”Mau ke Tiban Pak, tempat saudara yang lagi sakit,” ujar seorang pengendara motor kepada petugas PPKM.

Petugas yang berjaga pun meminta agar pemotor memutar arah mengingat keperluannya tidak sesuai ketentuan dari PPKM darurat yakni pekerja di sektor kritikal dan esensial. ”Yang boleh lewat tenaga kesehatan dan punya surat tugas,” ujar petugas.

PPKM darurat tampak belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Banyak di antara mereka yang tidak paham. ”Gak tahu pak, tahunya pas di sini aja. Ada penyekatan petugas,” ujar Yanto, pemotor.(*/jpg)