batampos.co.id – Pemko Batam menyatakan belum berencana menggelontorkan bantuan bahan pokok atau sembako untuk membantu masyarakat yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, bantuan kepada masyarakat selama PPKM darurat hingga kini belum ada.

Harapan saat ini adalah bantuan dari pemerintah pusat yang rencananya akan memberikan bantuan berupa beras.


”Kalau dari kami belum ada. Sebab anggaran terbatas,” ujar Rudi, Senin (12/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Beberapa waktu lalu, sambung dia, sudah ada bantuan dari pengusaha bagi pasien Covid-19.

Sehingga, upaya untuk meminta bantuan pengusaha juga dinilai tidak memungkinkan.

”Namun jika nanti ada, tentu akan kami informasikan. Karena selama ini sudah cukup banyak mengupayakan kesejahteraan masyarakat ini,” katanya.

Rudi juga memastikan bahwa kebutuhan masyarakat selama PPKM darurat tidak mengalami kendala.

Hal ini sesuai dengan hasil rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) beberapa waktu lalu. Stok saat ini cukup dan tidak ada kelangkaan.

”Kalau (harga) naik saya rasa itu karena ada permintaan yang meningkat. Hal ini tidak lepas dari panic buying masyarakat yang menyetok kebutuhan dalam jangka waktu beberapa hari ke depan,” kata dia.

Dalam Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 32 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Kota Batam, sudah jelas diatur untuk sektor esensial seperti pasar tetap beroperasi.

Pasar tradisional dan resmi tetap diperbolehkan buka, kecuali pasar tidak resmi atau pasar kaget untuk sementara waktu ditutup.

Salah satu pasar yang tetap beroperasi adalah Pasar Tos 3000 yang selama ini menjadi sentra pendistribusian bahan pokok di Batam.

”Kemarin sudah diatur, dan mereka tetap berjualan. Tidak ada kendala sampai saat ini. Bahkan, Satpol PP sudah turun mengatur lapak jualan di sana,” ujarnya.

Rudi kembali menegaskan, tidak ada pasar yang ditutup maupun larangan bagi pedagang untuk berjualan. Mereka hanya diatur lapak dan jam operasionalnya.

Harga-harga menurutnya terus dipantau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam.

”Ada dua momen (penyebab harga naik). Pertama, karena jelang Iduladha, kedua karena kepanikan pemberlakuan PPKM darurat ini. Jadi saya minta masyarakat tidak usah khawatir, pasar tetap dibuka, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Mengenai adanya informasi lapak pedagang yang tutup, menurutnya bisa saja disebabkan pedagang memilih untuk membatasi aktivitas demi menjaga diri karena pengetatan.

”Kalau ada harga naik mungkin karena permintaan tinggi. Stok saat ini seperti daging beku ayam dan sapi aman. Tim sudah cek ke distributor, begitu juga dengan yang lainnya. Sebelum PPKM Jawa dan Bali, barang juga sudah masuk ke Batam, jadi menurut saya tidak ada masalah,” sebutnya.(jpg)