batampos.co.id – Pemberlakuan PPKM darurat di Pulau Jawa-Bali dan 15 kabupaten/kota lainnya di Indonesia, kini juga berdampak ke Bandara Hang Nadim Batam. Dampak semakin besar, karena Batam masuk daerah yang masuk PPKM. Sehingga jumlah penumpang dan kargo di Hang Nadim, turun sekitar 50 persen.

General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Benny Syahroni, mengungkapkan data hari pertama PPKM darurat di Batam, jumlah penumpang yang datang hanya 959 orang.

Sementara yang berangkat 1.411 orang atau total 2.370 orang. Sedangkan kargo yang datang 23.270 kg dan berangkat 11.204 kg. ”Total kargo hari pertama PPKM darurat 34.474 kg. Sementara penerbangan datang 15 dan berangkat 15,” sebutnya.


Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat aturan perjalanan. Seperti diketahui swab PCR adalah salah satu syarat perjalanan diperbolehkan. Kemenkes mengatur laboratorium yang diakui untuk melakukan tes Polymare Chain Reaction (PCR) selama penerapan PPKM darurat.

Menurut informasi dari pusat laboratorium yang diakui untuk melakukan tes PCR adalah RSUD Embung Fatimah, RSBP Batam, RS Awal Bros, dan RSKI Galang. Selain itu, laboratorium Klinik Medilab Batam, dan laboratorium Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam.

Kemudian Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Batam, laboratorium pemeriksa Covid-19 di Provinsi Kepri, laboratorium Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Sementara Laboratorium Prodia dicatat satu (pusat). (*/jpg)