batampos.co.id – Tingginya angka penyebaran Covid-19 di Kota Batam tidak hanya merepotkan tim gabungan yang harus berjuang sepanjang hari membatasi aktivitas warga di lokasi penyekatan, petugas medis dan penggali makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang mulai kelelahan.

Waktu istirahat petugas pemakaman makin sedikit karena setiap waktu mereka harus menyiapkan lubang dan memakamkan jenazah Covid-19 yang datang tak mengenal waktu. Terkadang pagi, siang, sore, bahkan malam hari.

Sehari mereka bisa memakamkan 20 jenazah terinfeksi Covid-19 dari kalangan muslim. Ini tentunya melelahkan karena jauh meningkat dari angka pemakaman normal.


”Petugas kita ada sekitar 15 orang. Kadang harus berbagi tugas dengan pemakaman jenazah biasa. Memang kewalahan, apalagi sekali datang (jenazah Covid-19, red) bisa lebih dari satu orang,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Umma, Zailani, selaku pengelola permakaman muslim di TPU Seitemiang.

Senada disampaikan pengelolah permakaman umat nasrani TPU Seitemiang, Thomas. Dalam sehari pihaknya bisa melayani 10 jenazah korban Covid-19, bahkan lebih. Ini tentu melelahkan karena mereka harus bekerja sepanjang hari.

Tak hanya itu, petugas medis juga semakin kelelahan karena jumlah pasien Covid-19 yang dirawat sudah terlampau banyak. RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji, sudah mendekati angka 150 pasien. Jumlah tenaga yang terbatas mengharuskan bekerja ekstra demi kesembuhan pasien.

”Jangan ditanya lagi. Sangat lelah. Setiap hari terus bertambah. Kadang harus lari sana lari sini demi melayani semua pasien yang ada,” ujar seorang petugas medis yang tak ingin namanya disebutkan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengakui petugas medis sangat kelelahan karena banyaknya pasien Covid-19 di rumah sakit-rumah sakit yang melayani pasien Covid-19. Apalagi mayoritas pasien bergejala sehingga butuh pelayanan lebih.

Dia pun berharap semua pihak sama-sama sadar akan bahaya dari wabah ini dengan menerapkan protokol kesehatan. ”Sudah terlampau banyak. Petugas medis kita mulai kelelahan. Mari sama-sama kita berjuang untuk menekan penyebaran Covid-19 ini,” ujar Rudi. (*/jpg)