batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, mengatakan, mobilitas warga di jalan raya sudah menurun di hari kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Batam. Menurut dia, masyarakat Batam sudah memiliki kesadaran untuk mematuhi aturan tersebut.

”Ini membuktikan bahwa masyarakat sudah sadar sehingga pelaksanaan sudah landai. Dan di hari kedua ini, mobilitas di jalan raya, bandara, dan pelabuhan sudah menurun,” ujar Yos, Selasa (13/7).

Yos mengakui, di hari pertama pemberlakuan PPKM darurat di Batam sempat terjadi penumpukan kendaraan di beberapa titik atau lokasi penyekatan. Namun, di hari kedua ini sudah dievaluasi.


”Dengan berkurangnya mobilitas dapat menurunkan angka pasien yang terkonfirmasi positif di Kota Batam,” katanya.

Yos menjelaskan, saat ini total penyekatan selama PPKM darurat di Batam sebanyak 54 titik. Sebelumnya, pihaknya menyekat 55 titik lokasi menggunakan police line “Semuanya 54 titik lokasi yang sebelumya 55 titik. Satu titik di gerbang masuk bandara jadi satu,” sebutnya.

Ia mengimbau masyarakat Batam untuk tetap mematuhi aturan hingga 20 Juli mendatang. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas dan tetap di rumah. ”Tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M. Tetap menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta patuhi aturan perketatan PPKM,” pintanya.

Sementara itu, pantauan Harian Batam Pos di wilayah Batuaji, penerapan PPKM darurat ini mulai membuahkan hasil dari aspek mobilitas warga. Aktivitas warga di lokasi keramaian perlahan-lahan mulai berkurang. Pusat perbelanjaan, pasar, hingga kantor layanan publik lainnya, mulai berkurang. Tak tampak lagi kerumunan warga.

Petugas pelaksana dan pengawasan PPKM darurat bekerja maksimal. Di setiap sudut jalan mereka secara aktif menghentikan setiap kendaraan yang lewat. Mengingatkan warga untuk taat protokol kesehatan (protkes). Bagi yang tidak ada urusan penting di luar, disarankan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Di Batuaji dan Sagulung, ada belasan titik lokasi penyekatan. Petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan petugas dari kecamatan secara aktif memantau aktivitas masyarakat.

Selain di lokasi penyekatan, petugas gabungan ini juga rutin keliling lokasi pasar atau pusat perbelanjaan untuk membubarkan kerumunan warga. Layanan perbankan, kantor pos, dan lainnya juga sudah membatasi jumlah pengunjung.

”Alhamdulilah, sejauh ini berjalan lancar dan mulai nampak hasilnya. Mobilitas warga di jalan raya mulai berkurang. Yang ramai pada pagi dan sore hari saja karena itu jam sibuk saat orang pergi dan pulang kerja,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Danniel Ganjar Kristanto.(*/jpg)