batampos.co.id – Wacana pemerintah pusat akan melanjutkan PPKM darurat mendapatkan respon dari ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid.

Pihaknya khawatir penambahan waktu penerapan PPKM darurat akan berdampak signifikan terhadap dunia usaha di Batam, terutama terhadap pertumbuhan ekonomi.

”Dengan diterapkannya PPKM darurat di Batam tentunya akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri nantinya. Tapi mungkin belum akan terasa di triwulan kedua ini,” ujarnya, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Dia memperkirakan dampaknya baru akan terasa di triwulan ketiga nanti. Kemungkinan pertumbuhan ekonomi Kepri akan kembali terkontraksi akibat adanya PPKM darurat.

”Apindo sendiri sudah membuat edaran ke perusahaan-perusahaan anggota Apindo agar patuh terhadap ketentuan PPKM darurat. Jika memang bukan sektor kritikal dan esensial, diimbau untuk work from home (WFH) selama PPKM darurat ini,” jelasnya

Ia juga mengimbau agar karyawan yang masuk kerja agar dilengkapi dengan name tag dan juga surat tugas.

”Agar tidak terkendala nanti ketika terjadi penyekatan oleh petugas,” jelasnya.

Ia berharap PPKM darurat untuk Batam dan Tanjungpinang tidak berlangsung lama. Namun, bergantung lagi pada kedisplinan masyarakat menerapkan protkes sehingga penularan Covid-19 di Kepri bisa ditekan.

”Harapan lainnya terletak pada jumlah masyarakat yang sudah divaksin di Kepri. Mudah-mudahan ini bisa menekan kasus Covid-19 di Kepri dan PPKM darurat bisa dicabut,” pintanya.(jpg)