batampos.co.id – Kematian akibat terpapar Covid-19 di Kota Batam mencapai titik tertinggi. Selasa (13/7) kemarin, Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam mencatat 18 pasien Covid-19 meninggal dunia dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Ini kasus kematian tertinggi sepanjang Covid-19 menyebar di Batam.

”Iya, ada penambahan 18 pasien Covid-19 meninggal dunia. Ini kasus tertinggi sejauh ini,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.


Tak hanya pasien meninggal, dua hari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, warga Batam positif Covid-19 juga tetap tinggi, yakni mencapai 696 orang. Rinciannya; 374 orang pada Senin (12/7), dan 322 orang pada Selasa (13/7) dengan total meninggal dalam dua hari 22 orang.

”Senin empat meninggal, Selasa 18 orang. Jadi, dalam dua hari saja ada 22 orang meninggal. Totalnya sudah 394 orang meninggal. Jangan anggap remeh Covid-19 ini, patuhi protokol kesehatan,” ujar Didi.

Penambahan 696 orang positif dalam dua hari terakhir ini menambah daftar warga Batam yang terpapar Covid-19. Totalnya sudah mencapai 17.396 kasus, dengan kasus aktif saat ini hampir menyentuh angka 3.000 orang, tepatnya 2.926 orang. Sebagian besar pasien bergejala, sehingga potensi meninggal dunia cukup besar.

Selain itu, pasien yang dirawat juga terus bertambah. Tercatat, sebanyak 2.926 orang menjalani isolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Batam. Rinciannya; 2.068 pasien isolasi mandiri, 542 lainnya dirawat di RS rujukan, dan sebanyak 316 dirawat di Asrama Haji Batam.

Didi menambahkan, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang menjadi rumah sakit kedua yang paling banyak menampung pasien terkonfirmasi Covid-19. Tercacat di RSKI sebanyak 120 warga Batam dirawat disana.

Selain RSKI Galang, sebanyak 150-an pasien lainnya dirawat di RSUD Embung Fatimah, 70 orang di RSBP Batam, 66 di Rumah Sakit Awal Bros, dan 46 di RS Elisabeth Batam Kota. Jumlah ini belum termasuk tambahan pasien dari siang hingga pagi kemarin.

Tingginya angka penyebaran Covid-19 di Kota Batam tidak hanya merepotkan tim gabungan yang harus berjuang sepanjang hari membatasi aktivitas warga di lokasi penyekatan, petugas medis dan penggali makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang mulai kelelahan.(*/jpg)