batampos.co.id – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin Husein mengatakan, ketersediaan bahan pokok di tujuh kabupaten/kota saat ini dalam situasi yang terkendali.

Pihaknya mengharapkan masyarakat tidak panic buying selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 20 Juli mendatang.

“Sebelum diberlakukannya PPKM kemarin, kami sudah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok disetiap daerah. Daerah-daerah yang tidak terlibat dalam PPKM juga kami pastikan semuanya dalam situasi yang terkendali,” ujar Burhanuddin Husein, Selasa (13/7) di Tanjungpinang.


Menurutnya, lewat rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) bersama kabupaten/ kota, pihaknya sudah menekan untuk memperkuat pengawasan dilapangan, sehingga tidak terjadi kenaikan harga-harga kebutuhan.

Ditegaskannya, untuk stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) bisa mencukupi untuk jangka tiga bulan kedepan. Pihaknya juga mengharapkan kerja sama penyuplai sembako, untuk tidak melakukan penimbunan yang berdampak pada langkanya sembako di lapangan.

Ditegaskannya, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi juga menjamin ketersediaan bahan pokok terjaga dengan baik selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 20 Juli mendatang.

Mendag juga menjamin harga pangan stabil. Atas dasar itulah, pihaknya akan terus memastikan barang pokok dan barang penting ini tidak menjadi permasalahan di pasar.

“Dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha yang akan dirayakan dalam kebijakan PPKM, pihaknya juga akan memastikan stabilitas harga-harga di pasar-pasar yang ada di kabupaten/kota,” tegas Burhanuddin Husein.

Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan adanya laporan terkait pembatasan suplai sembako dari Batam ke Bintan dan Tanjungpinang beberapa waktu lalu memang sangat mengganggu.

Apalagi dalam menghadapi PPKM darurat. Salah satu sektor penting yang harus dipastikan ketersediaanya dimasa PPKM ini adalah sembako.

Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, kebutuhan sembako di Tanjungpinang dan Bintan sebagian memang disuplai langsung dari Jakarta. Namun selama ini, sebagiannya lagi melalui Batam.

Seharusnya pihak-pihak terkait melihat secara keseluruhan, bukan hanya tentang stabilitas di Batam saja. Sehingga mengorbankan daerah-daerah sekitar yang turut bergantung disana.

“Kita juga bersyukur dalam penerapan PPKM di beberapa daerah di Kepri tidak terjadi panic buying. Kondisi ini harus terus dijaga, sehingga masyarakat lebih efesien dalam menggunakan keuangannya sesuai kebutuhan,” ujar Rudy Chua, kemarin di Tanjungpinang.(*/jpg)