batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, cemas dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, yang menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat bakal diperpanjang empat sampai enam pekan.

Pasalnya, PPKM darurat baru berlaku dua hari saja di Batam, aktivitas ekonomi sudah banyak yang terhenti.

”Kondisi saat ini (PPKM darurat, red) sebenarnya sedang tidak bagus. Hal ini karena semua kegiatan ditutup dan perekonomian Batam sudah pasti mengalami kemunduran,” ujar Rudi, Selasa (13/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Jangankan enam pekan, baru dua hari PPKM darurat berjalan, Rudi mengakui dampaknya terhadap perekonomian Batam sudah terasa. Dampaknya, pendapatan asli daerah (PAD) pasti menurun.

Sebab, Batam hanya mengandalkan pajak dan retribusi daerah. Sedangkan industri masuknya ke pusat.

”Makanya, kami tak ingin juga tutup (PPKM darurat, red) lama-lama, cukup sembilan hari saja,” ungkapnya.

Jika pendapatan daerah menurun, menurutnya, Pemko Batam akan kesulitan membantu masyarakat yang terdampak PPKM darurat. Harapan satu-satunya bantuan dari pusat, namun belum ada kepastian.

”Tapi kami tetap akan tindaklanjuti rencana pemerintah pusat untuk memberikan bantuan ke daerah, termasuk bantuan beras bagi warga terdampak. Kalau daerah lagi kesulitan, kami sangat berharap bantuan dari pusat,” tuturnya.

Menurutnya, ini adalah risiko yang harus ditanggung akibat penerapan PPKM darurat. Kasus positif yang terus meningkat menyebabkan Batam terpaksa menerapkan aturan ketat itu.

Dia menginginkan kesehatan dan perekonomian masyarakat bisa bangkit bersamaan. Dalam waktu lima atau enam hari ke depan, ia yakin, dampak dari penerapan pengetatan ini berbanding lurus dengan penurunan jumlah kasus Covid-19.

”Sekarang belum bisa dilihat karena hasil tes hari ini bukan ber arti hasil uji lab kemarin. Karena untuk memeriksa membutuhkan waktu. Makanya baru bi sa dilihat dalam waktu lima atau enam hari ke depan,” jelasnya.

Rudi menyebutkan, pengetatan hanya diproyeksikan sembilan hari. Selanjutnya, pemulihan ekonomi selama sembilan hari ke depan. Sehingga total 18 hari ke depan ekonomi Batam diyakini bisa bangkit dan pasien Covid-19 yang pulih semakin meningkat.

”Untuk itu, perlu upaya bersama agar bisa memproteksi diri agar tidak terpapar virus Covid-19. Ini merupakan kepentingan bersama, jadi tolong bantu pemerintah,” pinta Rudi.

Ia juga berharap, pasien isolasi mandiri bisa sembuh dengan sendirinya.

Begitu juga dengan pasien yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan, sehingga angka kematian tidak bertambah banyak.

Terkait vaksinasi, Rudi menyebutkan, informasi dari provinsi ada sekitar 20 ribu dosis vaksin Sinovac untuk dosis kedua yang sudah tersedia dan siap untuk didistribusikan ke beberapa titik.(jpg)