batampos.co.id – Salah satu penyebab tingginya penyebaran Covid-19 di Batam maupun wilayah Kepri lainnya diduga karena pendatang dari daerah zona merah di berbagai wilayah di Indonesia. Apalagi sebelum PPKM darurat diberlakukan, arus penumpang di bandara maupun pelabuhan laut sangat longgar syarat masuknya.

Hanya membawa surat bebas Covid-19 dengan menggunakan rapid test biasa atau GeNose yang disebut-sebut akurasinya rendah. Baru pada pengetatan PPKM mikro lalu PPKM darurat, surat keterangan bebas Covid-19 dengan sistem uji PCR menjadi syarat wajib. Itupun masih ada yang melanggar dengan hanya berbekal surat keterangan bebas Covid-19 menggunakan uji antigen.

Seperti yang terjadi pada penerbangan dari Padang ke Batam, Senin (12/7) lalu. Ada 58 penumpang yang hanya berbekal surat negatif Covid-19 hasil uji antigen. ”Iya, dari 113 orang penumpang, setelah di-screening ada 58 orang tidak membekali diri dengan negatif PCR,” kata Dansatgas Covid Bandara Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo, kemarin.


Beberapa pihak cukup heran, sebab surat edaran ini sudah disosialisasikan sebelumnya. Tapi, tetap saja ada penumpang yang bisa lolos ke Batam menggunakan negatif antigen. Setelah ditelusuri, para penumpang mengakui dapat terbang setelah mendapatkan validasi dari petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Padang.

Pihak maskapai Citilink yang membawa 113 penumpang ini mengaku bahwa SE Wali Kota Nomor 32 Tahun 2021 itu sudah disosialisasikan kepada perwakilan maskapai tersebut seluruh Indonesia.

Tim Satgas Covid-19 Hang Nadim mengkonfirmasi hal ini ke KKP Padang. Pihak KKP Padang ternyata masih berpegang SE Satgas Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021, yang membolehkan ke daerah selain Jawa dan Bali, menggunakan negatif rapid test antigen saja. KKP Padang tidak menggunakan SE Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam.

”Kami harus swab penumpang yang tidak memiliki dokumen negatif PCR ini, dengan mendatangkan petugas dari RSKI Galang,” ungkap Wardoyo.

Biaya PCR ini, kata Wardoyo, ditanggung oleh masing-masing penumpang. Karena ramainya penumpang, tes swab baru selesai dilakukan Rabu dini hari. ”Para penumpang ini sudah kami data, apabila positif akan dijemput ke rumahnya masing-masing,” ungkapnya.

Hingga Rabu sore, dari 58 orang ini sudah keluar hasilnya sebanyak 24 orang dengan hasil negatif Covid-19. (*/jpg)