batampos.co.id – Industri yang berorientasi ekspor di Batam diyakini tidak akan terdampak meski kelak pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Apalagi jika hanya enam pekan. Sebab industri terbilang sektor kritikal yang berada di objek vital nasional mendapat jaminan dapat beroperasi penuh dengan 100 persen karyawan.

”Kami berharap dengan penerapan PPKM darurat dapat menekan laju kasus Covid-19, sehingga tidak berlanjut lagi. Kalau untuk industri, bisa tetap beroperasi karena sektor kritikal dan objek vital nasional. Tapi tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang, Rabu (14/7).

Khusus untuk industri esensial, dibatasi produksi hanya 50 persen karyawan. Sehingga mereka memberlakukan sistem tiga sif untuk memenuhi itu. ”Misalnya, jika ada 1.000 karyawan, maka dibagi tiga sif. Ada 300 karyawan per sif yang bekerja. Dengan begitu, dalam satu sif tidak sampai 50 persen,” ungkapnya kepada Harian Batam Pos.


Menurut OK, industri sangat menjaga sekali penerapan protokol kesehatan (protkes) di lingkungan kerja. Jadi, jika terjadi klaster Covid-19, maka virusnya dibawa dari luar lingkungan industri.

”Di Batam, hampir 75 persen karyawan indsutri sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Artinya, ketika sudah mendapat vaksin, maka potensial terjangkit itu rendah asal jalankan protokol kesehatan dengan benar,” paparnya.

Kesimpulannya, lanjut OK, tidak ada kendala dalam produksi industri manufaktur di Batam. ”Dengan PPKM darurat ini, kasus di luar lingkungan kerja industri bisa diminimalisir, sehingga tidak menjangkiti lagi industri,” tuturnya.(*/jpg)