batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri masih kekurangan ribuan guru untuk mengisi berbagai bidang pendidikan di SMA/
SMK, dan SLB Negeri yang ada di Provinsi Kepri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhamamd Dali mengatakan, pada tahun ini jumlah tersebut akan tereduksi dengan adanya penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjan Kerja (PPPK).

“Lewat kebijakan penerimaan PPPK tahun 2021 ini, kita mendapatkan kuota sebanyak 867 formasi. Namun masih kekurangan sekitar 1.900 orang guru,” ujar Muhammad Dali,
di Tanjungpinang.


Mantan Kepala Bidang SMK Disdik Kepri tersebut menjelaskan, formasi-formasi yang masih kekurangan guru tersebut sebanyak 1.797 posisi sudah diinput ke dalam database.

Jumlah tersebut tentunya akan dipengaruhi oleh penambahan Unit Sekolah Baru (USB). Apalagi pada tahun ini, juga ada rencana penambahan tiga USB di Kota Batam.

“Secara sporadis memang kita belum mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena penambahan tenaga pendidik ini juga berkaitan dengan kebutuhan tambahan anggaran,” jelas Dali.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah tersebut menyebutkan, saat ini Pemprov Kepri sudah memiliki 1.913 orang Pegawai Tenaga Kependidikan Non Pegawai Negeri Sipil (PTK
Non ASN).

Akan tetapi, Pemprov Kepri masih membutuhkan banyak tambahan tenaga pendidik.

“Adanya program PPPK ini hendaknya juga dimanfaat oleh PTK Non ASN untuk ikut seleksi. Karena program ini terbuka untuk lulusan pendidik sesuai dengan spesialisasi atau bidang yang dibutuhkan,” jelasnya.

Ditambahkannya, terkait kebutuhan-kebutuhan dibidang pendidikan perencanaannya sudah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi
Kepri 2021-2026.

Hal ini menjadi target yang harus diraih dari tahun ke tahun.

“Karena ini kebutuhan, tentunya harus masuk dalam RPJMD perencanaan di bidang pendidikan. Dengan kondisi sekarang ini, pemenuhan kebutuhan dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun,” tutup Dali.(jpg)