batampos.co.id – Pemko Batam mengatur secara ketat proses penyembelihan hewan kurban saat Iduladha 1442 Hijriah yang jatuh 20 Juli mendatang.

Banyak tata cara dan syarat bagi panitia yang akan melakukan pemotongan hewan kurban, termasuk yang akan diterapkan di Masjid Agung Batam di Batam Center.

Hingga kini, pihak masjid menyebut baru menerima empat ekor sapi bakal calon hewan kurban.


Ketua Pengurus Masjid Agung Batam, Firmansyah, mengatakan, total panitia hewan kurban di masjid tersebut diperkirakan 60-100 orang.

Seperti yang disyaratkan, petugas akan divaksin dan tes yang
menyatakan mereka tidak terpapar virus Covid-19.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Batam Center, masih sama seperti tahun lalu.

Lokasi penyembelihan juga masih dilakukan di lapangan parkir masjid. Petugas nanti juga dilengkapi alat pelindung diri (APD).

”Ini merupakan tahun kedua pandemi, jadi tata cara pelaksanaan tidak berbeda dari tahun lalu,” ujarnya, Rabu (14/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, pengurus masjid menetapkan aturan bahwa hanya petugas dan panitia yang berada di lokasi penyembelihan.

Pihaknya mengimbau masyarakat Kota Batam, selain yang berkepentingan, untuk tidak datang ke area Masjid Agung Batam guna melihat jalannya penyembelihan dan pemotongan kurban.

”Panitia saja sama peserta kurban, karena daging akan kami antar ke rumah-rumah yang berhak menerima,” ujarnya.

Firmansyah menyebutkan, hingga kini data hewan kurban belum banyak. Berdasarkan laporan sementara, total hewan kurban yang
sudah ada baru empat ekor sapi.

Menurutnya, tahun ini jumlah hewan kurban diperkirakan menurun. Hal ini tidak lepas dari perekonomian Batam yang belum pulih akibat pandemi Covid-19.

”Kami baru terima empat ekor sapi,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMPTSP) Batam ini.

Untuk pelaksanaan salat Iduladha, tidak dilaksanakan di masjid karena pengetatan PPKM darurat. Ibadah tahun ini cukup di rumah saja.

Panitia masjid hanya akan melakukan pemotongan hewan, sedangkan untuk persiapan salat Iduladha tidak ada di masjid.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 32
Tahun 2021. Lanjutnya, selama PPKM darurat berlangsung, Masjid Agung Batam tidak menyelenggarakan kegiatan salat berjemaah bagi masyarakat umum.

Kegiatan ibadah hanya dilakukan internal pengurus masjid, seperti muazin, imam, dan karyawan Masjid Agung Batam.

”Sesuai dengan ketentuan, kegiatan keagamaan di rumah ibadah dibatasi,” tutupnya.(jpg)