batampos.co.id – Semua rumah sakit (RS) rujukan di Kota Batam terisi penuh disebabkan tingginya kasus positif Covid-19 dengan mayoritas bergejala. Akibatnya, tak hanya tim medis yang bertumbangan karena ikut terpapar, tapi juga sejumlah pasien meregang nyawa di rumah masing-masing karena tak tertampung di RS rujukan. Menjadikan Asrama Haji Batam sebagai RS darurat sudah tak bisa ditunda lagi.

Salah satu yang merasakan dampak dari penuhnya RS rujukan Covid-19 di Batam adalah Haryono alias Karyo, warga Legenda Bali. Pria 57 tahun yang tinggal di sebuah warung kecil di sebelah gerbang masuk Perumahan Legenda Bali bersama istrinya itu, meninggal dunia di rumahnya, Rabu (14/7) malam pukul 19.50 WIB.

Sebelumnya ia sudah isolasi mandiri karena hasil swab antigen menunjukkan ia positif terpapar Covid-19. Namun, ia belum bisa dirawat di RS rujukan Covid-19 karena penuh. ”Pak Karyo sebelumnya memang sakit dan sempat berobat ke puskesmas,” ujar Gunarvan, warga Legenda Malaka yang mengenal sosok Karyo.


Terkait kasus yang dialami Karyo, Camat Batam Kota, Aditya Guntur Nugraha, mengatakan, sebenarnya Karyo sudah direncanakan akan mendapatkan perawatan di RSUD Embung Fatimah. Tapi, sebelum mendapatkan bed kosong untuk perawatan, sudah meninggal dunia.

”Begitu ada laporan, kami berusaha mencarikan rumah sakit. Tapi tahu sendiri kan, kondisi rumah sakit banyak yang full. Sehingga harus menunggu terlebih dahulu,” kata Aditya, Kamis (15/7).

Ia menambahkan, warga baru melaporkan mengalami gejala Covid-19 dalam minggu ini. Setelah itu, ketua RW setempat menemani pasien ke puskesmas. ”Lalu dilakukan pemeriksaan rapid test antigen, hasilnya positif. Begitu juga pemeriksaan PCR,” ungkapnya.

Aditya mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, pihak Puskesmas Baloi Permai di Legenda Malaka sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan langsung. Hasilnya, harus segera mendapatkan perawatan Covid-19 di rumah sakit. ”Sebelum meninggal, dokter Dewi yang turun. Tapi rumah sakit penuh semua, jadi terpaksa menunggu. Tapi sudah masuk daftar tunggu,” ujarnya.

Jenazah Karyo akhirnya dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemulasaran dan dimakamkan dengan protokol Covid-19. ”Kami sudah berusaha, tapi apa daya rumah sakit penuh,” kata Aditya. Dia berharap, kedepan masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 dapat segera melapor ke petugas PPKM di tempat tinggalnya. ”Lapor segera, biar dapat penanganan secepatnya,” ujarnya.

Melihat kenyataan ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, mendesak agar Pemko Batam meresmikan Asrama Haji Batam sebagai RS darurat. Mengingat jumlah penderita Covid-19 yang makin meningkat dan terpaksa isolasi mandiri karena kondisi rumah sakit penuh.(*/jpg)