batampos.co.id – Pakar Epidemiologi yang juga Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam, Asep Zaenal Mustofa, menyebutkan, lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam terjadi di Juli 2021.

Menurut Asep, berdasarkan data dari laman lawan corona.batam.go.id, rata-rata kasus
baru Covid-19 tertinggi pada 1-15 Juli yakni 4.288 kasus atau rata-rata 286 kasus per hari.

Angka ini terus mengalami peningkatan dan bahkan hampir melampaui angka positif Covid-19 di Juni 2021.


”Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat baru 15 hari saja di bulan Juli (tanggal 1-15) angka positif hampir mencapai bulan Juni,” ujar Asep saat memberikan pemaparan kepada pimpinan daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimnda) Batam, Jumat (16/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kasus baru harian Covid-19 sejak diumumkan di Batam pada 19 Maret 2020, tertinggi pada 9 Juli 2021 yakni sebanyak 393 kasus. Jika dirata-ratakan sejak pandemi muncul, per hari 36 sampai 37 orang kasus baru.

Selanjutnya, Asep menyebutkan, angka kematian akibat positif Covid-19 tertinggi juga di Juli 2021. Meningkat 24,73 persen dibanding kematian pada Juni 2021. Dan meningkat 38 kali lipat dibandingkan Maret 2021.

”Selama dua minggu terakhir, kematian akibat Covid-19 di Batam meningkat. Sepanjang
bulan Juni ada 93 kematian, sementara baru sampai 15 hari di bulan Juli sudah ada 116
kematian. Baru setengah bulan angkanya naik 25 persen,” terangnya.

Asep juga menyebutkan, yang paling berat itu adalah jumlah ketersediaan rumah sakit dan lokasi isolasi bagi pasien Covid-19.

Per 15 Juli 2021, tempat perawatan di Kota Batam, sebanyak 70 persen atau 2.100 orang menjalani isolasi mandiri, sebanyak 19 persen atau 565 orang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19, dan 11 persen atau 315 orang menjalani isolasi terpadu di
Asrama Haji.

”Keterbatasan rumah sakit juga menjadi kendala kita saat ini. Bahkan sepanjang Juli 2021 ini saja jumlah yang dirawat dan isolasi mandiri itu jauh melampaui bulan Juni 2021
lalu,” terang Asep.

Kendala lainnya, dari isolasi mandiri adalah tingkat kontrol yang kurang, sehingga penyebaran menjadi lebih cepat.

”Harus dibanyakin tracing. Bagi mereka yang kontak langsung dengan terkonfirmasi positif harus di-tracing. Kontrolnya harus kuat guna meminimalisir penyebaran,” tegasnya.

Sejauh ini, Bapelkes Batam telah melatih 500 orang terdiri dari Bintara Polda Kepri dan Babinkamtibmas untuk menjadi pleasure.

Sebab, Batam ini berat, dan menurut Mendagri, di Batam harus melakukan 3.300 testing setiap hari.

”Artinya, setiap orang yang terkonfirmasi harus di-tracing kontak minimal 15 orang per satu terkonfirmasi,” terangnya.

Selain itu, penambahan ratusan pasien Covid-19 setiap hari yang mayoritas bergejala,
tak hanya membuat rumah sakit rujukan Covid-19 penuh, tapi juga membuat tenaga kesehatan (nakes) kewalahan dan kelelahan.

Dengan kondisi ini, tak sedikit nakes yang terpapar Covid-19.(jpg)