batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam yang juga ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, usulan pemusatan perawatan bagi pasien Covid-19 di RSUD Embung Fatimah dan RSBP yang notabene milik Pemda, perlu dibahas lebih lanjut.

Menurutnya, jika penunjukkan dua rumah sakit besar tersebut diperuntukkan bagi pasien Covid-19, tentu pemerintah juga harus menentukan rumah sakit lainnya sebagai rujukan pasien umum.

Sedangkan hampir seluruh rumah sakit saat ini melayani pasien Covid-19.


”Antisipasi kami saat ini adalah meningkatkan BOR (Bed Occupancy Rate) dari 30 menjadi 40 persen,” ujarnya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi Sabtu (17/7/2021).

Ke depan tentu Pemko Batam berharap angka kasus turun, sehingga ruang perawatan di RS juga lowong, dan angka kesembuhan meningkat.

Para tenaga medis saat menangani pasien Covid-19 di Asrama Haji Kota Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Opsi lain selain meningkatkan BOR dari 30-40 persen di semua RS rujukan Covid-19, yakni mempersiapkan Asrama Haji sebagai tempat transit pasien bergejala, sambil menunggu ruang perawatan di RS rujukan.

Dengan kata lain, menjadikan Asrama Haji sebagai IGD karena RS darurat sulit. Sebab, peralatan medis, nakes, dan obat-obatan terbatas.

”Tentu kami juga harus menyiapkan peralatan selama mereka ada
di IGD Asrama Haji. Ini tadi (kemarin, red) kami bahas bersama dengan tenaga kesehatan dan OPD yang mengatur soal anggaran,” ujarnya.(jpg)