batampos.co.id – Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, pemerintah menambah alokasi dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga Rp 55,21 triliun. Dengan tambahan itu, total PEN menjadi Rp 744,75 triliun dari sebelumnya Rp 699,43 triliun.

”Sekarang dengan keputusan yang sudah disetujui Bapak Presiden, maka akan naik menjadi Rp 744,75 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Dari dana tersebut, tambahan alokasi paling banyak ada di pos kesehatan. Dari alokasi awal Rp 193,93 triliun menjadi Rp 214,95 triliun. Disusul pos perlinsos dari Rp 153,86 triliun menjadi Rp 187,84 triliun. Sementara itu, dukungan anggaran untuk UMKM dan korporasi menurun sekitar Rp 10 triliun, dari Rp 171,77 triliun menjadi Rp 161,20 triliun.


Ani (sapaan Sri Mulyani) memaparkan, pos kesehatan telah menampung perkiraan tambahan klaim pasien, RS darurat, dan percepatan vaksinasi serta penebalan PPKM dengan earmark dana TKDD. Dari sisi perlinsos, tambahan dilakukan berupa bansos tunai, tambahan penyaluran kartu sembako, bantuan beras, perpanjangan diskon listrik, dan tambahan program kartu prakerja.

Selain itu, pemerintah akan memberikan tambahan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan (nakes). Ani mengatakan, akan ada 3.000 dokter dan 20.000 perawat baru dalam waktu dekat. ”Maka, kami menambahkan Rp 1,08 triliun di atas Rp 17,3 triliun bagi insentif tenaga kesehatan, baik yang di pusat maupun di daerah. Jadi totalnya Rp 18,4 triliun dari tadinya Rp 17,3 triliun,” jelasnya.

Pemerintah sendiri menambah anggaran kesehatan hingga Rp 25,85 triliun dari yang sebelumnya telah dianggarkan sebesar Rp 40 triliun. Tambahan anggaran itu diberikan untuk klaim perawatan pasien Covid-19 yang jumlahnya terus meningkat.

Sejalan dengan itu, pemerintah akan memperpanjang diskon tarif listrik. Diskon diperpanjang hingga Desember, yakni sebesar 50 persen dan 25 persen untuk golongan 450 VA dan 900 VA. Dari situ pemerintah memberikan tambahan anggaran untuk subsidi listrik sebesar Rp 1,91 triliun.

Anggaran untuk program kartu prakerja juga ditambah. Awalnya pemerintah menganggarkan Rp 20 triliun untuk menjangkau 5,6 juta orang peserta. Kini akan ditambahkan anggaran hingga Rp 10 triliun. ”Sehingga program kartu prakerja bisa menambah 2,8 juta peserta,” ujar bendahara negara tersebut.

Untuk bantuan dalam program kartu sembako, Ani menyebutkan, alokasi awal Rp 42,37 triliun untuk periode 12 bulan. Jumlah itu lantas ditambah lagi 2 bulan dengan anggaran Rp 7,52 triliun.(jpg)