batampos.co.id – Sejak penerapan PPKM darurat, arus penyeberangan di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) menurun drastis. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya kewajiban menyertakan sertifikat vaksin dan surat keterangan PCR yang berlaku 2X24 jam. Akibatnya, sejumlah operator kapal terpaksa menghentikan jadwal pelayaran.

Pantauan Harian Batam Pos di PDS, Jumat (16/7), kondisi pelabuhan tampak sepi. Begitu juga kendaraan yang diparkir di dalam area pelabuhan, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Jauh berbeda dengan kondisi sebelum PPKM darurat.

Saat ini, jumlah kapal yang beroperasi sangat terbatas, bahkan tidak ada lagi kapal yang melayani pelayaran antarprovinsi.


Kepala PDS, Sohirnadi, membenarkan bahwa terjadi penurunan jumlah penumpang sejak pemberlakuan PPKM darurat. ”Untuk rute luar provinsi seperti Dumai dan Kuala Tungkal, untuk sementara tak ada lagi. Yang ada saat ini hanya tujuan Batam-Tanjungbalai Karimun dan Batam-Tanjungbatu,” ujarnya.

Disebutkannya, banyak kapal yang menghentikan pelayaran lantaran jumlah penumpang tidak sebanding dengan biaya operasional. ”Penumpang enggak ada berangkat karena biaya PCR mahal. Dan agen pelayaran juga menyampaikan hal demikian, sehingga mereka memberhentikan sementara untuk pelayaran antarprovinsi,” ujar Sohir.

Sohir mencatat, penumpang yang berangkat berkisar ratusan orang. Itupun tujuan dalam provinsi seperti Tanjungbalai Karimun. Tercatat pada Kamis (15/7), jumlah penumpang yang berangkat di PDS 149 orang. Sementara pada Selasa (14/7) yakni 311 orang dan Senin (13/7) atau pada hari pertama PPKM darurat berjumlah 397 orang. ”Kalau normal kita berada di angka 2.000-an penumpang,” pungkas Sohir.

Sebelumnya, Humas agen kapal Dumai Grup, Asmadi, mengatakan, armada Dumai Express Group tidak beroperasi dengan tujuan Repan, Tanjung Samak, Sei Tohor, Selat Panjang, Tanjung Buton, Bengkalis dan Dumai. Sementara kapal Dumai Express tujuan Tanjung Balai Karimun, tetap beroperasi dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 14.30 WIB.

Dikatakannya, kapal harus dihentikan lantaran minimnya jumlah penumpang. ”Kalau penumpang hanya belasan, tak tutup operasional kapal. Ditambah lagi imbas dari PPKM darurat ini,” ungkap Asmadi.

Ia menyebutkan, banyak penumpang yang mengeluhkan banyaknya persyaratan perjalanan yang harus dilengkapi saat akan berlayar. ”Wajib PCR ditambah wajib vaksin, makanya banyak penumpang yang mengeluh. Kemarin penumpang sampai demo mereka ke pelabuhan,” bebernya. (*/jpg)