batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengisyaratkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Batam akan diperpanjang.

“PPKM darurat di Batam mungkin akan berlanjut, karena dari data yang ada, angka kasus Covid-19 di Kota Batam masih belum turun. Karena inkubasi Covid-19 itu selama 14 hari, ini (PPKM Darurat) yang dilakukan baru 9 hari,” kata Rudi usai menyerahkan Bansos di Kantor Lurah Tanjungsengkuang, Batuampar, Minggu (18/7/2021).

Menurut Rudi, perpanjangan PPKM Darurat akan dilakukan hingga 2 Agustus 2021 mendatang. PPKM Darurat di Batam bersama 15 kota lainnya dimulai 12 Juli 2021 lalu dan rencananya hanya berlangsung hingga Selasa, 20 Juli 2021. Namun kasus Covid-19 belum turun sehingga PPKM Darurat akan diperpanjang.


“Secara resmi, suratnya belum ada. Tapi kita lakukan ini karena data (kasus Covid-19) saat ini belum turun,” kata Rudi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat atau PPKM Darurat akan diperpanjang hingga 6 minggu. Hal ini dilakukan untuk menurunkan angka kasus Covid-19.

Dengan risiko pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi, menurut dia, ditambah lagi dengan munculnya varian delta, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pembatasan mobilitas masyarakat tersebut.

“PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus Covid-19. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan,” kata Sri Mulyani dalam bahan paparan saat Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin, 12 Juli 2021.

Nah, disini dijelaskan PPKM Darurat akan diperpanjang. Termasuk untuk Kota Tanjungpinang dan Kota Batam yang menjadi daerah PPKM Darurat di Provinsi Kepri.(*/jpg)