batampos.co.id – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Marina, Sekupang, ternyata sudah lama mendambakan suplai air bersih selama 24 jam.

Selain untuk konsumsi pribadi, juga untuk menunjang stabilitas dari usaha yang ditekuni.
Salah satu pelaku UMKM, Iswahyudi, menuturkan bahwa Kawasan Marina, tempatnya
berusaha belum terjangkau suplai air bersih 24 jam.

Fakta ini tentu saja menjadi kendalanya dalam berusaha.


“Terus terang, di Marina belum terjangkau fasilitas air bersih. Kami mengandalkan air tanah dan air sumur. Sehingga biayanya jauh lebih mahal, khususnya listrik untuk
pompa air,” kata pemilik Kebun Jambu Marina ini, Jumat (16/7/2021).

Kebun Jambu Marina merupakan salah satu UMKM yang bergerak di pariwisata. Temanya memberikan pengalaman dan edukasi kepada para pengunjung mengenai bercocok tanam jambu.

Selain itu, juga wisata budaya dan lain-lain.

“Kalau kemarau, ini yang sulit. Karena sudah pasti tidak ada air. Air yang dari dalam tanah itu terbatas, dan kami prioritaskan untuk skala irigasi. Sehingga air dari keran ini yang penting untuk kebutuhan sehari-hari,” paparnya.

Ia berharap instansi terkait seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam yang menjadi regulator Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di Batam bisa segera mempersiapkan infrastruktur air bersih di kawasan stressed area, seperti di Marina.(jpg)