batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengakui penerapan PPKM darurat tidak membuat angka kasus Covid-19 di Batam menurun. Hal ini berdasarkan data kasus yang terjadi sejak satu pekan penerapan PPKM darurat dimulai.

”Saya kira PPKM darurat yang sudah kita jalankan lebih kurang selama tujuh hari ini, jujur saya masih belum bisa menurunkan masyarakat kita yang kena Covid-19. Karena berdasarkan aturan hasil kajian kesehatan butuh waktu 14 hari, sekarang baru tujuh hari. Jadi, kita butuh dua minggu ke depan agar kasus bisa menurun. Makanya pak menteri sudah memperpanjang PPKM darurat sampai akhir Juli ini,” ujar Rudi, usai meninjau Asrama Haji, Minggu (18/7).

Kendati demikian, menurut Rudi, meski sampai kemarin jumlah kasus terus bertambah, bukan berarti PPKM darurat ini tidak efektif untuk menekan kasus. Hanya saja, masih butuh waktu untuk melihat dampak dari penyekatan dan pembatasan.


”Sekali lagi, kita butuh sampai 14 hari atau 27 Juli mendatang, baru bisa dilihat perkembangan kasus. Karena itu masa inkubasinya. Jadi, baru bisa terlihat di pekan depan. Mudah-mudahan angka kasusnya turun,” harapnya.

Baca Juga: Sepekan PPKM Darurat, Kasus Covid-19 di Batam Malah Tambah 523 Orang

Diketahui, Dalam dua hari terakhir, Sabtu dan Minggu (17-18/7), jumlah kasus positif terpapar virus corona mencapai 1.083 orang, dimana 21 orang meninggal dunia.

”Paling banyak hari ini (kemarin, red), yakni 523 kasus baru dan 12 kematian. Ini menjadi kasus tertinggi di Batam sejak pandemi,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Minggu (18/7).

Tertinggi kedua sejak pandemi terjadi Sabtu (17/7) dengan 495 kasus baru dengan sembilan kematian. Dengan penambahan kasus dalam dua hari tersebut, maka total kasus terkonfirmasi positif di Kota Batam hampir mencapai 20 ribu orang, tepatnya sudah 19.310 orang.(*/jpg)