batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) terus mengintensifkan sosialisasi SE Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dari upaya itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan ada peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat, angka rencana takbir keliling dan Salat Idul Adha di masjid/musala yang terus menurun.

Sosialisasi ini dilakukan kepada lebih dari 138 ribu lebih masjid. Saat ini masih sekitar 4,02 persen masjid yang akan menggelar Salat Idul Adha dan 1,77 persen yang akan melakukan takbir keliling di wilayah PPKM Darurat,” ungkap dia dalam keterangan resmi, Minggu (18/7).


Ia pun mensyukuri pemahaman masyarakat akan kebijakan tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan senantiasa berkolaborasi terkait dengan kebijakan Idul Adha 1442 H. “Angka ini terus menurun dan kami akan terus bergerak bersama TNI, Polri dan Pemda (melakukan sosialisasi dan edukasi),” sambungnya.

Menag juga menggarisbawahi pentingnya mencermati potensi kerumunan pada saat penyembelihan hewan kurban. Sosialisasi prokes penyembelihan harus menjadi titik tekan juga.

“Kegiatan ini berpotensi menimbulkan kerumunan yang berdampak pada peningkatan angka Covid-19. Dan tentunya ini memerlukan koordinasi dengan TNI, Polri dan Pemda,” tandasnya.

Menag menambahkan, pihaknya juga sudah koordinasi dengan NU, Muhammadiyah, MUI, dan ormas lainnya untuk bersama-sama mengeluarkan imbauan agar umat tidak melakukan mudik Idul Adha tahun ini. (*/jpg)