batampos.co.id – Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan, masih banyak masyarakat yang tidak takut tertular virus korona atau Covid-19. Padahal Covid-19 sudah mewabah Indonesia lebih dari satu tahun.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyampaikan, sekitar 40,5 persen masyarakat merasa sangat atau cukup besar kemungkinan dirinya tertular virus Covid-19. Sedangkan yang merasa cukup atau sangat kecil kemungkinan ada sebanyak 33,6 persen.

”Sedangkan yang menjawab antara bear dan kecil sekitar 21,6 persen,” kata Djayadi, Minggu (18/7).


Tetapi, lanjut dia, justru terdapat 95,8 persen masyarakat merasa virus korona sangat mengancam ekonomi Indonesia dan 92 persen merasa Covid-19 juga sangat mengancam kesehatan warga Indonesia.

”Serta ada 70,9 persen merasa sangat atau cukup besar kemungkinan kehidupannya menjadi lebih buruk karena pengaruh ekonomi wabah Covid-19,” ujar Djayadi.

Lembaga Survei Indonesia telah mengadakan survei nasional menggunakan telepon pada 20–25 Juni. Dalam situasi pembatasan sosial yang luas diterapkan hampir seluruh wilayah Indonesia, lanjut Djayadi, sulit untuk mengetahui secara cepat dinamika persepsi publik atas isu-isu mutakhir dengan mengandalkan survei tatap muka langsung dengan responden.

”Oleh karena itu, survei menggunakan kontak telepon kepada responden adalah cara yang paling mungkin dilakukan. Sampel sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Juni 2021,” papar Djayadi.

Sebanyak 296.982 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Indonesia, pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang tiga tahun terakhir. Secara rata-rata, sekitar 71 persen di antaranya memiliki nomor telepon. Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelepon sebanyak 7.477 data dan yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1.200 responden.

”Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan margin of error atau MoE sekitar kurang lebih 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional,” terang Djayadi Hanan.(jpg)