batampos.co.id – Kasus positif Covid-19 di Batam belum melandai. Bahkan masih cenderung bertahan di angka 500-an per hari. Bahkan pada Minggu (18/7) lalu menyentuh angka 523 orang positif dan 12 meninggal. Lalu, Senin (19/7) 373 orang positif dan delapan meninggal dunia. Kemudian, Selasa (20/7) ada 419 orang positif dan tujuh orang meninggal.

”Ya, Selasa (20/7) ada penambahan 419 pasien baru, 265 pasien sembuh, dan tujuh orang pasien Covid-19 meninggal,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Penangan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG.

Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Kota Batam telah mencapai 20.102 orang, sejak pertama kali diumumkan awal Maret 2020 lalu. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, dari total kasus positif, sebanyak 16.191 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Kemudian dari total kasus positif, sebanyak 464 meninggal dunia.


Didi menambahkan, saat ini ada 3.447 kasus aktif atau pasien yang tengah menjalani perawatan dan isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19 maupun varian baru. Rinciannya, isolasi mandiri 2.497 orang, rumah sakit 650 orang, dan Asrama Haji 300 orang. ”Total dalam perawatan 3.447 orang,” sebut Didi.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga telah melakukan RTD Antigen kepada 38.873 spesimen. Hasilnya, 2.799 positif dan 36.074 lainnya negatif. Terkait angka positif harian dan angka kematian yang masih tetap tinggi, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, tampak bingung. Apalagi sudah sepekan PPKM darurat diberlakukan, namun kasus tidak kunjung menurun.

”Kalau ada penambahan 11 hari PPKM, saya lebih memikirkan jumlah Covid-19 belum turun. Bahwa Covid-19 ini masa daya tahan 14 hari, dan baru jalankan 8 hari, tapi tidak turun-turun juga jumlah kasusnya,” ujarnya kepada Harian Batampos.

Memasuki masa PPKM level 4, Rudi mengaku bahwa periode 21-28 Juli nanti, pengetatan akan semakin diperkuat dengan harapan jumlah kasus bisa terus menurun. ”Hasil tracing kita semalam, menunjukkan 400-500 orang terpapar Covid-19. Ini bisa jadi masalah, mau dibawa kemana ini. Maka saya akan kembangkan kembali,” imbuhnya.

Rudi kembali menyebut, salah satu solusi adalah memisahkan warga sehat dengan keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid. ”Itu tadi, yang selama ini isoman di rumah masing-masing, kita kumpulkan di tempat isolasi yang terpusat, supaya penularan ke yang sehat bisa dicegah. Jadi, tak ada lagi yang isoman di rumah masing-masing,” tegasnya.

Rudi juga mengaku serbasulit saat ini. Akibat PPKM darurat yang mulai hari ini berganti nama jadi PPKM level 4, membuat banyak warga jatuh miskin. ”Kami sudah keliling bagi sembako untuk warga miskin. Tapi saat ini, pendapatan tidak ada, kegiatan tidak ada, kita semua jadi miskin,” jelasnya. (*/jpg)