batampos.co.id – Seorang penumpang yang menggunakan jilbab dan cadar ketahuann memalsukan dokumen PCR pada penerbangan Citilink rute Jakarta-Ternate pada Minggu (18/7) lalu. PT Citilink Indonesia (Persero) buka suara terkait beredarnya informasi tersebut.

“Dapat kami sampaikan bahwa penumpang tersebut telah melalui serangkaian proses pemeriksaan dokumen perjalanan oleh petugas di bandara keberangkatan,” kata VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia Resty Kusandarina dalam keteranganny, Selasa (20/7).

Resty memaparkan, penumpang tersebut menggunakan identitas dan dokumen PCR dengan hasil negatif milik istrinya. Hal tersebut diketahui ketika setelah mendarat di Ternate dan semua penumpang sudah turun dari pesawat, pramugari Citilink melihat bahwa penumpang yang diduga perempuan dengan menggunakan jilbab dan jaket panjang masuk ke dalam toilet pesawat (lavatory).


“Kemudian, ketika keluar dari lavatory, penumpang ini terlihat sebagai laki-laki dengan menggunakan kaos pendek dimana jaket dan hijabnya terjuntai,” ucapnya.

Pramugari Citilink kemudian segera melaporkan kepada petugas darat dan keamanan di bandara kedatangan untuk dilakukan pemeriksaan dan diketahui bahwa boarding pass dan KTP penumpang tersebut berbeda.

Selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen penerbangan yang telah dilakukan oleh petugas darat setempat, penumpang yang diduga telah memalsukan dokumen penerbangan tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian dan satgas gabungan setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang belaku.

Pihaknya komitmen dalam menjaga nilai-nilai keselamatan dan kenyamanan penerbangan, Citilink akan melakukan koordinasi lebih erat kepada seluruh stakeholders untuk memastikan kelengkapan dokumen perjalanan penumpang sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Kami turut mengimbau kepada seluruh penumpang Citilink untuk selalu mematuhi persyaratan dokumen perjalanan dengan melakukan pembaharuan informasi secara berkala mengenai ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat, baik di bandara keberangkatan maupun di bandara yang akan dituju,” pungkasnya.

Diketahui, penumpang Citilink berinisial DW diduga memalsukan dokumen hasil tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) agar bisa berangkat ke Ternate, Maluku Utara. Pria tersebut melakukan perjalanan dari Jakarta.

Kepala Operasional Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Ternate, Muhammad Arif Gani mengatakan, DW berhasil mengelabui petugas di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, dengan memakai data diri istrinya dan memakai pakaian cadar karena tes PCR hasil negatif milik istrinya.

Namun saat tiba di Bandara Baabullah Ternate, ia kemudian dilaporkan pramugari setelah kedapatan membuka cadar dan menggantikan pakaian kemeja di dalam toilet pesawat. Arif mengatakan pramugari tersebut langsung menghubungi pihak Bandara Sultan Baabullah Ternate, untuk melakukan penahanan, karena alasan DW mencurigakan.

DW kemudian diminta melakukan tes usap antigen oleh petugas bandara dan hasilnya positif Covid-19. “Setelah hasil positif Covid-19 pihak bandara langsung menghubungi tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Ternate, untuk melakukan evakuasi dengan memakai pakaian alat pelindung diri (APD), kemudian dibawa menggunakan mobil ambulans menuju rumah untuk melakukan isolasi mandiri dan akan diawasi oleh petugas Satgas,” ujarnya.(jpg)